Berita

Komika Bintang Emon/Net

Politik

Anak-anak Presiden PKS Khawatir Dengan ‘Keamanan’ Bintang Emon

SENIN, 15 JUNI 2020 | 12:47 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Nama komika Bintang Emon kembali menjadi sorotan publik. Jika sebelumnya Bintang Emon mencuri perhatian publik lewat video satirenya mengenai wabah corona, kali ini dia membuat video yang menyindir tuntutan ringan jaksa pada terdakwa penyiraman air keras ke wajah penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Namanya kini menjadi trending topic di Twitter. Hal tersebut seiring pujian padanya yang mampu mengemas kritik lewat jenaka, juga adanya serangan dari buzzer. Bintang Emon mendapat serangan tudingan sebagai pemakai narkoba.

Kritik Bintang Emon yang fenomenal ini ternyata turut diberbincangkan oleh anak-anak dari Presiden PKS Sohibul Iman.


Melalui akun Twitter pribadi, Sohibul Iman bercerita mengenai percakapan dengan ketiga anaknya saat dalam perjalanan ke Bogor, Jawa Barat. Pertama-tama, Sohibul mengurai bahwa anaknya berjumlah tiga orang, terdiri dari dua orang laki-laki satu perempuan.

“Satu yang laki masih SD, yang 2 sudah selesai kuliah,” urainya, Senin (15/6).

Di dalam perjalanan ketiga anak tersebut bersepakat bahwa Bintang Emon adalah komika hebat dan berani. Namun demikian, di satu sisi ada kekhawatiran muncul dari ketiga anak Sohibul Iman pada nasib Bintang Emon.

“Mereka sama-sama khawatir dengan "keamanan" Emon. Saya kaget. Kata mereka, “susah pak, orang-orang kritis pada bernasib buruk. Kita nggak bebas”,” turut Sohibul.

Anggota DPR Fraksi PKS ini mengaku kaget dengan perbincangan para anaknya. Dia pun sampai pada tiga kesimpulan.

“Pertama, benar-benar Bintang Emon ini fenomenal di milenial,” ujarnya.

Kedua, dia menilai ketiga anaknya sudah punya feeling politik. Butuh digali lebih dalam agar semakin terasah.

“Ketiga, jika kita percaya mood anak kecil (SD kelas 6) suka lurus, kita harus periksa ulang praktik-praktik demokrasi kita,” tutupnya.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya