Berita

Dialog virtual Permisi tentang rasisme/Repro

Politik

Bahaya Isu Rasisme Harus Ditangkal Dengan Semangat Bhinneka Tunggal Ika

SABTU, 13 JUNI 2020 | 16:16 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Perilaku rasisme adalah musuh terbesar bagi bangsa yang menganut semangat Bhinneka Tunggal Ika seperti Indonesia.

Rasialisme harus benar-benar dicegah agar tak sampai terjadi di bumi pertiwi.

"Kami melihat belakangan ini ada beberapa oknum mencoba menggiring dan mengaitkan masalah rasisme di Amerika Serikat ke Indonesia, khususnya masyarakat Papua. Ini sangat berbahaya, jika tidak disikapi dengan baik dan penuh kehati-hatian khususnya oleh generasi milenial, apalagi di tengah pandemik saat ini," tutur Koordinator Nasional Perempuan Milenial Indonesia (Permisi), Ananda Lamadau, Sabtu (13/6).


Hal tersebut juga menjadi bahasan dalam dialog virtual bertema 'Melawan Rasisme dengan Semangat Bhineka Tunggal Ika' yang digelar Permisi pada Jumat (12/6).

Dalam dialog ini, hadir sebagai narasumber adalah Ketua Umum PB PMII, Agus Mulyono Herlambang; Akademisi Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado, Lidya Kandowangko; dan Deputi IV Kantor Staf Presiden (KSP), Juri Ardiantoro.

Akademisi IAKN, Lidya Kandowangko mengatakan, dalam mencegah masalah rasisme perlu ada kesetaraan, keadilan, dan persaudaraan.

"Di Indonesia tidak ada warga nomor satu atau nomor dua. Tidak ada subordunasi. Kalau kita bicara pemuda yang berbhineka, berarti pemuda yang menerima perbedaan. Karena itu, Indonesia itu adalah kita," tegasnya.

Sementara itu, Agus Mulyono Herlambang menyatakan Bhineka Tunggal Ika tidak hanya dijadikan sebagai semboyan, tetapi juga cara hidup, bergaul berkomunitas, dan berinteraksi satu sama lain.

"Kita mesti belajar pada corona. Dia menyerang orang tidak menanyakan apa agamanya dulu, suku, ras atau apapun, semua dia perlakukan sama," tandasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Demokrat: Tidak Benar SBY Terlibat Isu Ijazah Palsu Jokowi

Rabu, 31 Desember 2025 | 22:08

Hidayat Humaid Daftar Caketum KONI DKI Setelah Kantongi 85 Persen Dukungan

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:57

Redesain Otonomi Daerah Perlu Dilakukan untuk Indonesia Maju

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:55

Zelensky Berharap Rencana Perdamaian Bisa Rampung Bulan Depan

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:46

Demokrasi di Titik Nadir, Logika "Grosir" Pilkada

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:37

Demokrat: Mari Fokus Bantu Korban Bencana, Setop Pengalihan Isu!

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:35

Setoran Pajak Jeblok, Purbaya Singgung Perlambatan Ekonomi Era Sri Mulyani

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:14

Pencabutan Subsidi Mobil Listrik Dinilai Rugikan Konsumen

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:02

DPRD Pastikan Pemerintahan Kota Bogor Berjalan

Rabu, 31 Desember 2025 | 20:53

Refleksi Tahun 2025, DPR: Kita Harus Jaga Lingkungan!

Rabu, 31 Desember 2025 | 20:50

Selengkapnya