Berita

Direktur Elsekutif Perkumpulan Untuk Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini/Net

Politik

DPR Riuh Berdebat Soal PT Presiden, Perludem: Yang Benar Ada Di UUD 45

SABTU, 13 JUNI 2020 | 15:44 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden atau presidential trasehold untuk Pemilu 2024 tengah dibahas DPR di dalam revisi Undang-Undang (UU) 7/2017 tentang Pemilu.

Sejumlah partai politik mulai mengusulkan besaran ambang batas yang baik menurut mereka. Angka rerata yang diidam-idamkan parpol adalah di bawah 10 persen.

Misalnya PKS, yang mengusulkan ambang batas PT Presiden sama dengan usulannya untuk ambang batas parlemen, yakni 4,5 persen. Selain itu, ada juga usulan yang masuk dari PKB, yang meminta ambang batas presiden 10 persen.


Riuh debat parlemen mengenai persoalan ini pun ditanggapi oleh Direktur Elsekutif Perkumpulan Untuk Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini, yang mengatakan bahwa ambang batas pencalonan presiden tidak bisa bertentangan dengan konstitusi.

"Yang benar ada di Pasal 6a ayat 2 UUD 45 itu membebaskan partai untuk mencalonkan kadernya sebagai capres," ujar Titi Anggaraini saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (13/6).

Lebih lanjut, Titi Anggraini menjelaskan maksud bunyi Pasal 6a ayat 2 UUD 1945 yang dijadikan dasar terkait ambang batas pencalonan presiden ini. Katanya, ambang batas yang tinggi justru akan mengubah sistem demokrasi yang selama ini dianut Indonesia.

"Ini threshold. Pasal 6a ayat 2 dan 3 itu senapas. Ambang batas itu seharusnya yang 50 persen+1. Karena kita menganut 'two round system'. Ini teori sistem pemilu kita," papar dia.

"Jadi tidak relevan bila penyaringan dilakukan di awal seperti sekarang. Hal itu yang melatarbelakangi kami uji materi (mengenai ambang batas) sampai dua kali," sambung Titi Anggraini menutup.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya