Berita

Tokoh HAM asal Papua, Natalius Pigai/Net

Politik

Natalius Pigai: Sampaikan Ke Jokowi, Putusan Hakim Terhadap 7 Tapol Papua Akan Menentukan Sikap Kami

SABTU, 13 JUNI 2020 | 15:33 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Tokoh HAM asal Papua, Natalius Pigai tidak terima dengan tuntutan kepada orang-orang Papua termasuk 7 pemuda Papua yang didakwa makar dalam aksi demonstrasi anti rasisme pada Agustus 2019.

"7 aktivis anti rasisme dihukum 17, 15 dan 8 tahun. Pengadilan rasis," kata dia lewat akun Twitter @NataliusPigai2, Sabtu (13/6).

Tujuh pemuda asal tanah Papua tengah dituntut di Pengadilan Negeri Balikpapan, Kalimantan Timur.


Mereka adalah mantan Ketua BEM Universitas Cenderawasih, Ferry Kombo (dituntut 10 tahun penjara), Ketua BEM Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ), Alex Gobay (dituntut 10 tahun penjara), Hengky Hilapok (dituntut 5 tahun penjara), Irwanus Urobmabin (dituntut 5 tahun penjara).

Lalu, Buchtar Tabuni (dituntut 17 tahun penjara), Ketua KNPB Mimika Steven Itlay (dituntut 15 tahun penjara), dan Ketua Umum KNPB Agus Kossay (dituntut 15 tahun penjara).

Natalius Pigai menegaskan, kalau sampai 7 tahanan politik (Tapol) itu dituntut dengan diskriminasi hukum, dia akan membuat perhitungan.

"Sampaikan ke Jokowi (Presiden RI), Ketua MA, Kapolri dan Jaksa Agung bahwa keputusan hakim akan menentukan sikap kami untuk menggalang gerakan kulit hitam di dunia untuk embargo bantuan aparat penegak hukum," ujar mantan komisoner Komnas HAM ini.

Menurutnya, diskriminasi hukum ini bermula dari tidak adanya kebebasan bersuara bagi orang-orang Papua, hingga beratnya tuntutan di depan pengadilan.

"Sekali-sekali kita bisa keluarkan kartu truf. Sudah kebangatan dan hilang kesabaran! Indonesia sempat menangis karena embargo militer, akhirnya juga kami pembela kemanusiaan yang bantu negara ini," tutup Natalius Pigai.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya