Berita

Pakar hukum tata negara, Refly Harun/RMOL

Politik

Komando Penanganan Covid-19 Adalah Presiden Jokowi, Ujung Tombaknya Kemenkes Dan BNPB

SABTU, 13 JUNI 2020 | 03:46 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Presiden Joko Widodo dipandang tidak mampu mengendalikan para menterinya yang bermain sendiri dalam penanganan pandemik Covid-19.

Pakar hukum tata negara, Refly Harun mengatakan, dalam penanganan Covid-19 yang menjadi darurat bencana nasional dan bencana darurat kesehatan masyarakat seharusnya yang menjadi leading sector adalah Kementerian Kesehatan dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Tapi dalam banyak hal, rupanya sektor-sektor lain bergerak sendiri-sendiri," ucap Refly Harun dalam webinar bertema "Negara Harus Bagaimana Pasca Covid-19: Perspektif Hukum, Ekonomi dan Pendidikan" yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah NTB, Jumat (12/6).


Misalnya, kata Refly, Kementerian Keuangan dengan Perppu 1/2020 yang sudah menjadi UU 2/2020. Kemudian Kementerian Perhubungan yang juga dinilai memiliki agenda sendiri mengenai transportasi yang dianggap terkesan tidak konsisten.

"Nah ini terlihat bahwa sepertinya tidak ada koordinasi yang baik, tidak ada yang satu komando. Padahal keberhasilan kita dalam menghadapi bencana nasional, dalam menghadapi Covid-19 ini adalah satu komando," katanya.

"Komando tertinggi tetap di tangan Presiden RI, tapi harus perlu diketahui komando lapangan harusnya diserahkan pada dua sektor sebagai ujung tombak, yaitu Kementerian Kesehatan dan BNPB," terang Refly.

Tak hanya itu, lanjutnya, koordinasi yang kurang baik juga terjadi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

"Karena memang penanganan ini sangat birokratis. Penerapan PSBB misalnya harus mengajukan izin terlebih dahulu kepada Kementerian Kesehatan baru kemudian suatu daerah bisa menerapkan PSBB. Nah ini juga membawa masalah," pungkas Refly.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya