Berita

Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid/RMOL

Politik

Meutya Hafid Minta Kemenlu Aktif Lakukan Diplomasi Untuk Dapatkan Vaksin Dan Obat Corona

JUMAT, 12 JUNI 2020 | 12:07 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerinta diminta meningkatkan kerjasama internasional dalam rangka penanganan virus corona baru atau Covid-19. Terutama terkait pengadaan vaksin dan obat-obatan untuk menjamin kebutuhan dalam negeri.

Demikian disampaikan Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid dalam acara diskusi daring bertajuk "Tren Geopolitik di Tengah Covid-19" yang diselenggarakan DPP Partai Golkar, Bidang Media Penggalangan Opini, Jumat (12/6).

"Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri untuk semakin aktif dalam mendorong kerjasama internasional. Kita harapkan dari diplomasi Kemenlu juga menjamin ketersediaan akses Indonesia terhadap obat-obatan, alkes serta vaksin-vaksin. Terutama vaksin," kata Meutya.


Menurut Ketua DPP Partai Golkar ini, kerjasama internasional sangat diperlukan dalam rangka mengahadapi pandemik Covid-19. Sebab, dibutuhkan kerjasama semua pihak bahkan antar negara dalam rangka melawan corona.

"Karena sekali lagi, tidak ada yang bisa kita lakukan sendiri dalam kondisi seperti ini. Sehingga kita memerlukan kerjasama internasional untuk memerangi Covid-19," tegasnya.

Lebih lanjut, Meutya Hafid berharap agar Indonesia melalui Kemenlu bisa mendapatkan obat-obatan dan vaksin Covid-19 pada tahap-tahap awal. Karena itu, Kemenlu harus meningkatkan kerjasama internasional sejak dini.

"Bagaimana kita melakukan diplomasi-diplomasi untuk Indonesia juga bisa mendapatkan vaksin di stage-stage awal. Juga terhadap obat-obatan yang berkaitan dengan covid 19," pungkasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya