Berita

Ilustrasi masker kain/Net

Politik

Anggaran 2,1 M Untuk Beli Masker Di Aceh Rawan Dikorupsi

JUMAT, 12 JUNI 2020 | 10:00 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Jaringan Anti Korupsi Gayo (Jang-Ko) mengkritik rencana pengadaan 300 ribu masker kain yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah. Menurut mereka, pengadaan ini rentan dikorupsi.

Menurut Koordinator Jang-Ko, Maharadi, program pengadaan 300 ribu masker kain ini rencananya dibuat untuk mencegah persebaran Covid-19 di Aceh Tengah. Dananya bersumber dari refocusing Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten Aceh Tengah senilai Rp 2,1 miliar.

“Pertama, 300 masker kain ini tidak efektif untuk mencegah penyebaran corona. Kedua, uang itu sangat mudah dikorupsi,” ujar Maharadi mengungkapkan alasan penolakan lembaganya terhadap rencana Pemkab, Kamis (11/6).


Maharadi juga menilai pengadaan masker kain tidak begitu relevan. Saat ini, kata dia, masker kain dan masker medis mudah didapat. Kondisi ini berbeda dengan awal pandemik corona merebak di Indonesia. Saat itu, masker sulit didapat.

Maharadi juga menilai 300 ribu masker kain itu terlalu banyak dan tidak sesuai dengan rasio angka penduduk Aceh Tengah sebesar 214.868 jiwa per Desember 2019. “Pengadaan ini adalah celah untuk korupsi,” kata Maharadi.

Proses pembuatan masker kain yang dikerjakan oleh para penjahit lokal ini juga dapat dimanfaatkan segelintir oknum pegawai pemerintah untuk kepentingan pribadi. Modusnya, jelas Maharadi, si oknum meminta penjahit menurunkan harga dari harga satuan.

“Biasanya, modus korupsi pengadaan adalah dengan jatah dari setiap barang yang dipesan. Jika harga satuan yang tertera 7.000 (rupiah), pihak penjahit hanya menerima 3.000-5.000 (rupiah) per buah. Kalikan saja 300 ribu,” beber Maharadi, dikutip Kantor Berita RMOLAceh.

Selain itu, proses distribusi masker kain juga dapat dijadikan celah untuk mengeruk keuntungan pribadi. Modusnya, si oknum mengklaim membuat dan menyalurkan 300 ribu masker ke 295 desa di Aceh Tengah, namun yang disalurkan hanya 150 ribu masker.

Maharadi menilai ada banyak program yang bisa dilakukan dilakukan Pemkab Aceh Tengah ketimbang sekadar membuat masker dan membagi-bagikannya kepada masyarakat.

Harusnya, tegas Maharadi, Pemkab berpikir kreatif dan mempertimbangkan faktor efisiensi penggunaan anggaran di saat sulit seperti ini.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya