Berita

Pakar hukum dari Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar/Net

Politik

KASUS HARUN MASIKU

Sekuriti PDIP Ditemui Dua Pria Tegap Dan Misterius, Pakar: KPK Pasti Sudah Punya Bukti Kuat

JUMAT, 12 JUNI 2020 | 07:58 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Kesaksian sekuriti Satgas Kantor DPP PDIP, Nurhasan tentang pertemuannya dengan dua pria berbadan tegap dan tidak dikenal yang mendesaknya untuk bertemu dengan mantan caleg PDIP Dapil Sumsel 1, Harun Masiku masih menyimpan tanda tanya.

Adapun kesaksian ini disampaikan Nurhasan dalam persidangan untuk terdakwa Wahyu Setiawan selaku Komisioner KPU RI dan Agustiani Tio Fridelina selaku kader PDIP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis kemarin (11/6).

Menanggapi itu, pakar hukum dari Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar menilai hal tersebut bukan fakta baru yang terungkap dalam perkara dugaan suap terkait pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI periode 2019-2024.


“Karena memang sudah tergambarkan dari rangkaian kejadian dalam kasus ini, selain melibatkan komisioner KPU, seorang anggota PDIP Agustiani, Saeful bahri, kini muncul satpam Kantor PDIP yang memperjelas kasusnya," ucap Abdul Fickar Hadjar kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (12/6).

Jika keterangan Nurhasan di persidangan benar adanya, maka hal itu semakin memperjelas bahwa dalam perkara suap Wahyu juga diduga melibat dua sosok lain yang masih misterius tersebut.

Di mana keduanya orang berbadan tegap dan misterius itu berperan meminta Nurhasan untuk mengambil tas dari Harun Masiku.

Lebih lanjut, Abdul Fickar yakin KPK sudah mengetahui dan mempunyai bukti yang cukup kuat. Saat ini, sambungnya, publik hanya tinggal menunggu keberanian KPK untuk menuntaskan rangkaian kasus tersebut.

“Saya kira KPK sudah punya bukti yang cukup kuat keterlibatan orang-orang tertentu. Kita menunggu keberanian KPK agar kasus ini dapat dituntaskan," pungkasnya.

Dalam persidangan kemarin, Nurhasan mengaku dihampiri dua orang pria dengan ciri-ciri badan tinggi dan agak gemuk serta tegap saat dia berjaga di Rumah Aspirasi PDIP.

Kedua orang tersebut, kata Nurhasan, tidak menjelaskan identitas dan maksud tujuan kedatangannya setelah dimintai identitas dan ditanyakan hal tersebut.

Keduanya hanya menyebut nama Harun Masiku kepada Nurhasan. Namun, Nurhasan mengaku tidak mengenal sosok Harun Masiku.

Lalu, mereka tanpa izin langsung masuk ke dalam pos jaga dan mengambil handphone milik Nurhasan yang sedang di-charger.

Kedua orang tersebut, kata Nurhasan, menghubungi seseorang dan memintanya untuk berbicara dengan seseorang yang ditelepon tersebut.

Awalnya, Nurhasan mengaku tidak kenal dengan pria yang sedang berbicara dengannya. Namun, dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurhasan kepada penyidik menyebutkan bahwa sosok yang berbicara di telepon dengan dirinya adalah Harun Masiku.

Pasa saat telepon itu, Nurhasan mengaku merasa terdesak dengan kedua orang tersebut. Sehingga, ia dituntun mengucapkan apa yang disuruh oleh kedua orang tersebut saat menelepon Harun.

Saat berkomunikasi itu, Nurhasan mengatakan dan meminta agar Harun Masiku merendam handphone dan datang ke Kantor DPP PDIP. Bahkan, Nurhasan sempat menawarkan untuk merendamkan handphone Harun.

Setelah perbincangan itu, Nurhasan selanjutnya diminta oleh Harun untuk bertemu di Jalan Cut Meutia. Sehingga ia menggunakan sepeda motor dengan dikawal oleh kedua pria tersebut yang juga menggunakan sepeda motor hingga di lokasi pertemuan.

Sekitar 30 menit menunggu di pinggir jalan, sosok yang mirip dengan Harun Masiku kata Nurhasan datang menggunakan sebuah mobil dan memberikan sebuah tas laptop kepada dirinya dan langsung bergegas pergi.

Nurhasan pun juga akhirnya bergegas pergi. Namun tak jauh dari lokasi bertemu itu, kedua pria tegap itu ternyata memantau dari jarak jauh dan menghentikan perjalanan Nurhasan. Seketika, tas laptop tersebut langsung diambil oleh kedua orang tersebut.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya