Berita

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule/Net

Politik

ProDEM Minta RR Terima Tantangan Luhut Agar Demokrasi Hidup Dan Kritik Tidak Dianggap Kejahatan

JUMAT, 12 JUNI 2020 | 07:47 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ada makna mendalam di balik permintaan Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) merayu ekonom senior DR. Rizal Ramli untuk memenuhi tantangan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.

Permintaan itu bukan hanya untuk membuka secara terang benderang kebijakan utang dan ekonomi pemerintah. Di mana utang dan sejumlah kebijakan ekonomi pemerintah dianggap merugikan hajat hidup rakyat banyak.

Tapi juga ada pesan dari ProDEM agar kehidupan berdemokrasi di negeri ini tumbuh dengan subur. Pasalnya, selama ini pemerintah kerap menyudutkan bahkan memperkarakan setiap orang atau kelompok yang melancarkan kritik.


Padahal, kritik adalah bagian dari demokrasi yang juga bertujuan untuk menjaga roda pemerintahan tetap berjalan lurus demi menyejahterakan rakyat.

Begitu tegas Ketua Majelis ProDEM Iwan Sumule kepada redaksi sesaat lalu, Jumat (12/6).

“ProDEM sebenarnya meminta dan mendesak Bang Rizal Ramli untuk menerima tantangan debat Menko Luhut, semata-mata hanya ingin demokrasi bisa hidup lewat budaya debat,” tegasnya.

Iwan Sumule mengaku miris melihat kenyataan kehidupan demokrasi Indonesia belakangan ini. Pengkritik pemerintah seperti dibungkam, di mana setiap mereka bersuara langsung berhadapan dengan hukum.

Teranyar, kasus tersebut menerima mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu. Kritik Said Didu pada Menko Luhut Binsar Pandjaitan harus berbuntut di kepolisian. Said Didu dilaporkan atas dugaan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik dan/atau menyebarkan informasi bohong yang dapat menyebabkan keonaran publik.

Bahkan sempat beredar surat bernomor B/47/VI/2020/Dittipidsiber tertanggal 10 Juni 2020 yang menetapkan Said Didu sebagai tersangka. Belakangan Polri telah membantah surat tersebut.

“Semoga kritik tak lagi jadi kejahatan, seperti yang dialami Said Didu,” demikian Iwan Sumule.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya