Berita

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN M. Said Didu/Net

Politik

Sindir Diskusi LBP Vs Djamester, Said Didu: Kalau Diam-diam Namanya Mencari Kesepakatan

JUMAT, 12 JUNI 2020 | 07:26 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Undangan untuk diskusi tatap muka dari Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan (LBP)dipenuhi oleh dosen senior Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Djamester Simarmata pada Kamis (11/6).

Keduanya bertemu di Kantor Kemenko Marves, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pukul 09.30. Pertemuan berlangsung senyap dan singkat.

Kepada Kantor Berita Politik RMOL, Djamester Simarmata mengaku berdiskusi langsung dengan Menko Luhut secara tertutup dan keduanya sepakat tidak ingin mengumbar diskusi ke publik.


Dalam diskusi yang berlangsung sekitar satu jam itu, keduanya mencapai kata sepakat untuk memajukan bangsa.

Djamester lantas berkomentar di akun Twitternya. Dia menegaskan bahwa diskusi ilmiah tidak harus terbuka.

“Diskusi ilmiah tidak harus terbuka, terminologi juga tidak dimengerti umum. Dalam situasi saat ini yang sangat ribut sperti ini, perlu tenang, ilmiah itu perlu begitu!” ujarnya.

Pernyataan ini lantas dikomentari oleh mantan Sekretaris Kementerian BUMN M. Said Didu. Dia menyebut bahwa apa yang dilakukan Djamester sebenarnya bukan diskusi ilmiah.

Dengan melihat durasi dan pertemuan yang tertutup, Said Didu menilai bahwa Djamester datang Kemenko Marves untuk memberi masukan secara ilmiah.  

“Kalau ini mungkin maksudnya memberikan masukan secara ilmiah,” tegasnya dalam akun Twitter pribadi.

Sebab jika yang dilakukan adalah diskusi ilmiah, maka kebenaran ilmiah wajib untuk diperdebatkan secara tajam hingga menemukan sebuah kebenaran.

“Kebenaran ilmiah harus diperdebatkan secara tajam untuk menemukan kebenaran. Kalau diskusi diam-diam itu namanya mencari kesepakatan,” demikian Said Didu.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya