Berita

Mendagri Tito Karnavian saat rapat kerja bersama Komisi II DPR RI secara virtual/RMOL

Politik

Butuh Rp 1,02 Triliun Tambahan Anggaran Untuk Selenggarakan Pilkada Di 204 Daerah

KAMIS, 11 JUNI 2020 | 23:14 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ratusan daerah yang akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah masih membutuhkan anggaran tambahan untuk menggelar Pilkada serentak 9 Desember mendatang.

Hal tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian saat rapat kerja bersama Komisi II DPR RI, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Ketua KPU, Ketua Bawaslu, dan Ketua DKPP membahas usulan tambahan anggaran pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020, Kamis (11/6).

"Jadi dari 204 daerah yang sudah komunikasi secara intens, total yang memerlukan tambahan dari APBN yaitu Rp 1,02 triliun," kata Tito Karnavian.


Dia merinci, untuk Komisi Pemilihan Umum Ddaerah (KPUD) masih membutuhkan anggaran sebesar Rp 908,44 miliar. Kemudian Bawaslu daerah Rp 76,36 miliar, dan anggaran pengamanan Rp 35,78 miliar. Namun, jumlah tersebut masih harus menunggu revisi PKPU terkait kebutuhan protokol kesehatan Covid-19.

Sebab secara keseluruhan, diperlukan estimasi anggaran sekitar Rp 1,411 triliun dari APBN untuk kebutuhan penyelenggaraan Pilkada di tingkat daerah hingga pusat.

Di sisi lain, sebanyak 76 daerah masih dirasa cukup atau tidak memerlukan anggaran tambahan baik dari APBD maupun APBN.

"Itu ada total 76 daerah yang tidak memerlukan tambahan dari APBN dan APBD, tapi mereka menutupi atau memenuhi alat pelindung diri (APD) dari rasionalisasi Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD)," jelas Tito Karnavian.

21 daerah juga masih dirasa cukup menambah anggaran hanya dari APBD. Kemudian 42 daerah memerlukan tambahan dari APBD dan APBN. Lalu, ada 65 daerah memerlukan dukungan dari APBN.

"Sebanyak 66 daerah lain masih berkomunikasi dengan KPU dan Bawaslu, kita upayakan sesegera mungkin. Minggu ini harus selesai," demikian Tito.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya