Presiden Joko Widodo saat melihat miniatur kereta cepat/Net
Pemerintah melalui Kementerian BUMN memutuskan rencana pengembangan proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung tersambung hingga ke Surabaya.
Keputusan itu dinilai dapat memperlancar arus transportasi, perpindahan atau mobilitas orang dan barang. Sehingga, akan lebih cepat dari sisi waktu dan efisien dari sisi biaya.
Ketua DPP Serikat Pekerja Nasional Indonesia Puji Santoso menyatakan, efek negatif pandemik Covid-19 sudah cukup berpengaruh terhadap meningkatnya jumlah pengangguran akibat pemutusan hubungan kerja.
Proyek strategis nasional berupa kereta cepat, bagi Santoso dianggap akan mampu menyerap banyak tenaga kerja.
“Soal tenaga kerja dalam proses pengerjaan awal memang merekrut tenaga kerja yang banyak, tapi begitu beroperasi sepertinya didominasi oleh teknologi digital," kata Santoso dalam keterangannya, Kamis (11/6).
"Kalau toh memang itu bisa dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi pengangguran yang semakin menumpuk pasca pandemik Covid-19 ini, saya kira langkah bagus,†imbuhnya.
Dalam proses pengerjaan proyek kereta cepat itu, dia berharap dari awal penggarapan sampai dengan beroperasinya kereta untuk lebih mengutamakan pekerja lokal.
Namun, jika sebaliknya lebih banyak memperkerjakan baik dari kontraktor kemudian sampai tenaga kerjanya dari luar negeri akan menjadi tidak fair.
“Jika kebanyakan tenaga kerjanya dari luar, saya kira menjadi tidak fair bicara terhadap aspek keadilan bagi masyarakat indonesia yang juga butuh pekerjaan,†jelasnya.
Lanjutnya, dalam UUD 1945 pasal 27 ayat 2 yang berbunyi bahwa tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan, hal itu harus menjadi titik tekan pemerintah untuk memprioritaskan merekrut tenaga kerja lokal.
“Rekrut dan pakai tenaga kerja lokal, ini yang perlu menjadi konsen bagi pemerintah, yang sekarang tengah dilanda krisis,†imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, Menteri BUMN Erick Thohir akan menjalankan instruksi Presiden Joko Widodo untuk terus menggarap PSN meski pandemik Covid-19 masih berlangsung.
"Sesuai arahan presiden, agar lebih ekonomis untuk didorong kelanjutan proyek tidak hanya berhenti di Bandung, tapi sampai Surabaya," paparnya.
Menurut Erick, hal itu dinilai dapat mendorong ekonomi nasional sekaligus tetap menjadi wadah bagi para pekerja mencari nafkah di situasi serba sulit seperti saat ini.
"Kami harus optimistis. Negara dalam kondisi yang terus memikirkan pembukaan lapangan kerja, pungkasnya.