Tangkapan layar data sebaran virus corona di kabupaten/kota di Kalimantan Selatan/RMOL
Data perkembangan penyebaran virus corona baru atau Covid-19 di provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengalami peningkatan yang signifikan.
Pada Rabu kemarin (10/6), jumlah kasus positif baru di Kalsel mencapai 127 kasus, sehingga totalnya hingga kini sebanyak 1.565 kasus positif.
Dari angka tersebut, Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor mengatakan bahwa kasus positif di wilayahnya tersebar di seluruh kabupaten/kota. Bahkan dia mengatakan bahwa seluruhnya masuk ke dalam kategori zona merah, atau rawan peningkatan kasus positif.
"Kalau zona merah sampai hari ini Kalsel kena 13 kabupaten/kota ya. Seluruhnya kabupaten/kota," ujar Sahbirin Noor dalam jumpa pers virtual bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kamis (11/6).
Dalam perkembangannya, Sahbirin mengaku telah menyiapkan sejumlah instrumen pencegahan untuk meminimalisir angka penularan. Salah satunya adalah menggiatkan sosialisasi dan edukasi protokol kesehatan Covid-19.
"Dan tentu saja kita melakukan langkah pencegahan, dengan melakukan penyuluhan melalui radio, televisi spanduk-spanduk dan sebagainya. Bahwa ini kita sedang dilanda wabah penyakit corona," terang pria yang akrab disapa Paman Birin.
"Dan penyakit ini menyerang orang melalui mulut hidung dan mata. Maka arahan dari pemerintah pusat jaga jarak, pakai masker tetap di rumah inilah yang di boomingkan di seluruh Kalimantan Selatan," sambungnya.
Selain itu, Paman Birin bersama jajaran Gugus Tugas Daerah Kalsel berupaya melakukan pelacakan (tracing) terhadap pembawa virus atau carier yang masih beraktivitas di lingkungan masyarakat.
"Kita berupaya ketika mendapat informasi dari pakar epidemiologi mencoba melakukan hal-hal yang sifatnya terarah, melalui strategi tracking atau tracing dan karantina juga setelah kita melalukan tracing tersebut, tentu ada langkah-langkah yang kita ambil," tuturnya.
Setelah itu, Paman Birin menyebutkan bahwa pemeriksaan infeksi Covid-19 berupa rapid test dilakukan untuk menemukan warganya yang terinfeksi untuk kemudian segera diisolasi. Langkah ini menjadi sebab Kalimantan Selatan masuk ke zona merah.
“Zona merah di Kalsel karena hasil kerja tim kita, khsususnya yang melakukan rapid test. Ini hasil yang bisa cepat kita tahu. Dan kita segera berupaya melalukan ataupun memutus mata rantai penularan virus ini," demikian Sahbirin Noor.