Berita

Jurubicara ekonom senior DR. Rizal Ramli, Adhie Massardi saat berkunjung ke kantor RMOL/RMOL

Politik

Gagasan ProDEM Masuk Kategori New Demokrasi Di Tengah Karantina Mandiri DPR

KAMIS, 11 JUNI 2020 | 08:57 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Gagasan Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) untuk menjadi promotor debat antara ekonom senior DR. Rizal Ramli yang menyanggupi tantangan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mendapat banyak pujian.

Salah satunya dari Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat, Syahrial Nasution yang menyebut debat antara Rizal Ramli dan Luhut Pandjaitan akan jadi new normal dalam kehidupan bernegara dan berdemokrasi.

“Akan jadi new normal dalam proses bernegara dan berdemokrasi. Kritik bukan untuk menjatuhkan. Berkuasa tidak semena-mena,” tuturnya dalam akun Twitter pribadi, Rabu malam (10/6).


Kicauan ini langsung disambar oleh Jurubicara Rizal Ramli, Adhie Massardi. Menurutnya, debat yang akan dipromotori ProDEM bukan new normal, melainkan masuk dalam kategori new demokrasi.

Hal ini lantaran peran legislatif yang menjadi kepanjangan lidah rakyat untuk mengkritik kebijakan pemerintah sedang dipergunjingkan. Terlebih lagi, DPR justru memuluskan pengesahan Perppu 1/2020 yang dinilai telah mengamputasi fungsi pengawasan dan budgeting yang mereka miliki.

“Gagasan teman-teman ProDEM ini masuk kategori new demokrasi. Ketika organ utama demokrasi (parpol, legislatif, eksekutif) terpapar virus pragmatisme lalu karantina mandiri agar tak bersentuhan dengan derita rakyat, ProDEM ambil inisiatif ambil peran DPR sebagai alat kontrol,” kata koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) itu.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya