Berita

Pakar politik dan hukum Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam/Istimewa

Politik

Kasus Positif Covid-19 Melonjak Drastis, Saiful Anam: Batalkan New Normal!

KAMIS, 11 JUNI 2020 | 08:08 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Saat wacana tata kehidupan normal baru (New Normal) makin sering digaungkan, kasus positif Covid-19 di Indonesia justru mengalami lonjakan drastis selama dua hari berturut-turut.

Bahkan, lonjakan jumlah positif Covid-19 kini mencapai lebih dari seribu orang per hari. Pada Selasa (9/6) mengalami penambahan 1.043 orang, dan mencapai 1.241 orang pada Rabu kemarin (10/6).

Lonjakan kasus Covid-19 itu dinilai sebagai akibat dari terburu-burunya pemerintahan Presiden Joko Widodo mengeluarkan kebijakan transisi menuju era New Normal.


"Saya kira pemerintah terlalu buru-buru mengeluarkan kebijakan transisi atau New Normal. Buktinya, hanya beberapa hari justru lonjakan positif Covid-19 sangat signifikan mencapai 1.043 orang pada Selasa dan 1.241 orang kemarin," ucap pakar politik dan hukum Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (11/6).

Sehingga, Saiful memperingatkan pemerintah untuk tidak main-main dengan kesehatan rakyat, dengan mengeluarkan kebijakan yang justru membahayakan nyawa rakyatnya sendiri.

"Pemerintah jangan main-main dengan kesehatan warga, apalagi sangat rentan sekali warga di era New Normal terpapar Covid-19. Aturan yang ada juga jarang ditegakkan, hanya sebagai formalitas saja. Untuk itu saya menekankan batalkan New Normal, dan tegakkan aturan dengan maksimal," tegas Saiful.

Karena, lanjut Saiful, masa transisi menuju New Normal belum saatnya diterapkan di saat kasus positif Covid-19 masih terus bertambah.

"Belum saatnya New Normal diterapkan. Karena pemerintah memang belum optimal meminimalkan penyebaran virus Covid-19 di Indonesia, terbukti semakin banyaknya kasus terjangkit di Indonesia," pungkas Saiful.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya