Berita

Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg/Net

Dunia

Pengaruh AS Memudar, NATO: Poros China-Rusia Jadi Ancaman Besar Bagi Barat

SELASA, 09 JUNI 2020 | 15:05 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Persekutuan China dan Rusia menjadi ancaman yang besar bagi Barat. Kebangkitan ekonomi dan militer China baahkan bisa menggeser keseimbangan kekuatan global.

Begitu kiranya yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Jens Stoltenberg dalam konferensi video pada Senin (8/6) seperti yang dikutip oleh EU Observer.

"NATO tidak melihat China sebagai musuh baru atau penantang," ucap Stoltenberg


"Tapi mereka (China) sudah memiliki anggaran pertahanan terbesar kedua (di dunia). Mereka banyak berinvestasi dalam militer modern, termasuk rudal yang dapat menjangkau semua negara sekutu NATO,"
paparnya menambahkan.

"Kami melihat mereka (pasukan China) di Kutub Utara, di Afrika. Kami melihat mereka berinvestasi dalam infrastruktur kritis kami. Dan mereka bekerja lebih banyak bersama dengan Rusia. Semua ini memiliki konsekuensi keamanan bagi sekutu NATO," imbuhnya menekankan.

Pernyataan Stoltenberg itu disampaikan ketika melakukan pembahasan mengenai masa depan NATO dalam 10 tahun mendatang. Di mana aliansi Barat yang sudah terbentuk pasca Perang Dunia II tersebut muncul untuk melawan Uni Soviet.

Meski Uni Soviet kenyataannya sudah bubar, namun Rusia sebagai sisa perjuangannya masih tetap ada. Di samping itu, China muncul sebagai kekuatan ekonomi dan militer yang besar. Lebih mengancam lagi karena China memiiki kedekatan dengan Rusia.

Dalam pernyataannya, Stoltenberg juga menggemakan bagaimana peran Amerika Serikat (AS) mulai bergeser dan diambil alih oleh China.

Sebelum Donald Trump yang digadang-gadang dekat dengan Rusia menjabat sebagai presiden, AS sudah menyatakan diri untuk memulai Abad Pasifik.

Namun setelah Trump menjabat, AS mulai kehilangan pengaruh. Bahkan hubungan AS dengan Jerman yang di mana keduanya sekutu NATO mulai memburuk. Trump dilaporkan telah memutuskan untuk menarik sekitar 10.000 tentara dari pangkalan Jerman.

"Ini bukan hanya tentang Jerman," tegas Stoltenberg.

"Setelah berakhirnya Perang Dingin, kami melihat AS secara bertahap mengurangi kehadiran militernya di Eropa. (Tetapi) selama beberapa tahun terakhir, kami telah benar-benar melihat peningkatan kehadiran AS di Eropa lagi," katanya, merujuk pada batalion pencegah Rusia di daerah Baltik, serta penyebaran AS lainnya di Polandia, Rumania, dan Spanyol.

Di tengah kebangkitan China, Stoltenberg juga menekankan bahwa Rusia asih menjadi ancaman besar bagi Barat.

"Kami telah melihat Rusia bersedia menggunakan kekuatan militer terhadap tetangga," katanya, merujuk pada serangannya terhadap Ukraina.

"Mereka (Rusia) sekarang juga sedang meluncurkan rudal baru yang disebut SSC-8, rudal yang dapat mencapai kota-kota Eropa, (dan])mengurangi ambang batas untuk kemungkinan penggunaan senjata nuklir dalam konflik bersenjata," tambahnya.

Di samping itu, Stoltenberg juga memperingatkan, poros China-Rusia sangat aktif di bidang disinformasi. Keduanya, dikatakan Stoltenberg, kerap membuat propaganda dan memecah belah NATO.

"Kami telah melihat upaya Rusia dan China untuk, dengan cara, menyalahkan sekutu NATO atas keberadaan virus corona," ungkapnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya