Berita

Dedi Kurnia Syah/Net

Politik

Idealnya Presidential Threshold Dihilangkan, Dan Ambang Batas Parlemen Diturunkan Jadi 2,5 Persen

SELASA, 09 JUNI 2020 | 13:21 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Tingginya angka ambang batas Presiden atau presidential threshold (PT) 20 persen dinilai terlalu tinggi dan tidak memberikan kesempatan yang sama bagi semua anak bangsa.

Karena itu, wacana penghapusan PT 20 persen dinilai perlu dalam rangka membuka ruang demokrasi untuk eksekutif tersebut.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Selasa (9/6).


"Untuk presidential saya kira perlu juga wacana penghapusan PT, karena bersifat eksekutif dan memungkinkan tokoh di luar Parpol untuk ikut konstelasi," kata Dedi Kurnia Syah.

Menurut dia, tokoh-tokoh untuk mengisi pos eksekutif juga dinilai perlu mendapatkan kesempatan yang sama untuk turut andil memperjuangkan kemajuan Indonesia.

Lebih jauh daripada itu, jabatan Presiden diisi oleh unsur independen atau diluar partai politik perlu menjadi perhatian semua pihak.   

"Sudah waktunya Indonesia membicarakan Presiden dari unsur non parpol," ujar Pengamat Politik jebolan Universitas Telkom ini.

Adapun, lanjut Dedi, terkait Parliamentary Threshold 7 persen sebagaimana telah dimasukkan oleh DPR RI pada UU Pemilu yang hingga kini masih dibahas itu dinilai terlalu tinggi. Namun begitu, bukan berarti harus dihapuskan ambang batas parlemen menjadi nol persen.

"PT (Parlementary Threshold) yang sekarang ditetapkan terkesan tinggi, untuk itu perlu adanya pengurangan ambang batas, tetapi bukan menghilangkan samasekali, dan melihat hasil pemilu hingga tahun 2019, 2.5 adalah angka ideal," pungkasnya.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

KAI Gelar Diskon Tiket Kereta 20 Persen, Cek Syarat dan Ketentuannya

Kamis, 26 Maret 2026 | 22:00

Anwar Ibrahim Lega Kapal Malaysia Bisa Lewat Selat Hormuz

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:58

Jadwal FIFA Series 2026 Timnas Indonesia Lawan Saint Kitts dan Nevis

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:49

Langkah Mundur Letjen Yudi Abrimantyo Sesuai Prinsip Intelijen

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:31

Cara Mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:15

Inggris Cegat Kapal Bayangan Rusia, Tuding Putin Raup Untung Minyak dari Perang

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:13

Prabowo Blusukan ke Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak untuk Warga

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:06

Prabowo Harus Berhati-hati dengan Pernyataan Ngawur Bahlil

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:01

Fatamorgana Ekonomi Nasional

Kamis, 26 Maret 2026 | 20:34

“Aku Harus Mati”: Horor tentang Ambisi dan Harga Sebuah Validasi

Kamis, 26 Maret 2026 | 20:20

Selengkapnya