Berita

Polisi gunakan gas air mata untuk bubarkan para demonstran/Net

Dunia

Protes Anti-Rasisme Di Kanada Berujung Bentrok, Polisi Gunakan Gas Air Mata Untuk Bubarkan Demonstran

SENIN, 08 JUNI 2020 | 15:16 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Protes anti-rasisme di Montreal, Provinsi Quebec, Kanada berubah menjadi kacau setelah polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan para demonstran.

Menurut laporan media setempat, Montreal Gazette, protes anti-rasisme berjalan dengan damai pada Minggu (7/6). Namun, petugas polisi menggunakan gas air mata setelah para demonstran enggan membubarkan diri.

Berdasarkan laporan, polisi menggunakan air berbahan kimia usai demonstran mulai melemparkan benda ke arah petugas.


Sputnik pada Senin (8/6) memuat, insiden tersebut membuat satu orang ditangkap karena memberikan ancaman pembunuhan.

Protes anti-rasisme yang melibatkan ribuan orang di Quebec sendiri merupakan bentuk solidaritas dari protes di Amerika Serikat (AS). Protes tersebut dipicu oleh kematian pria kulit hitam, George Floyd saat ditahan oleh petugas polisi.

Kebrutalan polisi dan rasisme struktural dalam tubuh kepolisian dianggap menjadi alasan banyaknya korban kulit hitam saat berurusan dengan penegak hukum.

Pada Senin (25/5), Floyd ditangkap karena diduga menggunakan uang palsu. Setelah ditangkap, ia diborgol dan dijatuhkan ke tanah.

Tidak sampai di situ, polisi berkulit pulih bernama Derek Chauvin kemudian menekan leher Floyd dengan lututnya selama 8 menit 46 detik.

Selama itu, Floyd mengaku tidak bisa bernapas hingga terkulai lemas. Ia dinyatakan meninggal ketika dibawa ke rumah sakit.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya