Berita

Dosen senior dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, DR. Djamester Simarmata/Net

Politik

Tantangan Luhut Pandjaitan Pada Pengkritik Utang Pemerintah Disanggupi Dosen Senior UI

KAMIS, 04 JUNI 2020 | 09:27 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Tantangan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan diterima dengan baik oleh dosen senior dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, DR. Djamester Simarmata.

Luhut Pandjaitan sebelumnya menantang setiap pengkritik kebijakan utang negara yang dilakukan pemerintah untuk bertatap muka dengannya.

Dengan bertatap muka, Luhut mengaku ingin berbincang terkait penambahan utang negara selama pandemi virus corona atau Covid-19.


"Jadi kalau ada yang mengkritik kami (pemerintah), sini saya juga pingin ketemu. Jadi jangan di media sosial saja. Nanti ketemu kami, ngomong. Enggak usah ngomong di TV-lah, ketemu saya sini," kata Luhut melalui diskusi virtual di Jakarta, Selasa (2/6).

Luhut merasa yakin bisa menjawab setiap data yang disajikan para pengkritik.

"Saya bisalah jawab itu. Tapi, jangan rakyat dibohongin," kata Luhut.

Bagai gayung bersambut, tantangan Luhut diterima dosen senior dari UI yang memang lantang pada kebijakan utang pemerintah.

DR. Djamester Simarmata adalah dosen senior yang mengajar mata kuliah ekonomi sektor publik. Salah satu buku yang pernah ditulisnya adaah "Analisa Proyek Publik dan Pemerataan" yang diterbitkan Lembaga Penerbit FEUI pada tahun 1990.

Selain itu, Djamester Simarmata juga kerap membuat tulisan di sejumlah media. Salah satunya berjudul “Utang Luar Negeri Gerus Pertumbuhan Ekonomi”.

Melalui akun Twitter pribadinya, Djamester Simarmata menyanggupi tantangan Luhut Binsar Pandjaitan.

"Caranya gimana? Saya termasuk yang tidak setuju (utang). Tolong ditentukan waktunya, saya persiapkan bahan!" tegasnya, Kamis (4/6).

Djamester Simarmata mengatakan dirinya pernah menerbitkan berbagai tulisan mengenai utang pada tahun 2007 lalu. Kala itu tulisannya diterbitkan hingga 24 halaman dalam Jurnal Ekonomi.

“Tentang utang. Dalam Jurnal Ekonomi, No. 1 tahun 2007, paper saya dalam Kongres ISEI di Manado diterbitkan, hal 1-24. Di situ saya hitung, tingkat utang sustainable 29,2 persen PDB, total utang dalam  negeri dan luar negeri. Kemkeu anggap itu hanya ULN. Data 2019 total utang DN+LN telah > 60 persen,” urainya.

Singkatnya, dia memastikan setiap kritik yang disampaikan sudah berdasarkan data dan perhitungan matang. Djamester Simarmata juga memastikan dirinya bukan orang yang sekadar teriak tapi tanpa ada dasar yang jelas.

“Di luar ini saya sedang nulis buku kecil tentang perbankan, moneter, dan pembangunan. Tadinya saya harap jawaban datang dari Menkeu & Wamenkeu,” tuturnya.

“Apa artinya bila total utang telah lebih dari 60 persen PDB? Untuk ini sebelum saya lanjutkan, tolong dicari apa kata Stiglitz, sebab ini terkait dengan isu yang marak baru-baru ini tentang moneter: ada MMT yang dipopulerkan oleh Mardigu, dan saya amat dukung NCT, dekat ide Richard Werner,” demikian Djamester Simarmata.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya