Berita

Ahli epidemiologi WHO, Maria Van Kerkhove/Net

Kesehatan

WHO Mendebat Pernyataan Dokter Terkemuka Italia Yang Katakan Virus Corona Telah Melemah

RABU, 03 JUNI 2020 | 07:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

  Para ahli di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan tegas mengatakan tidak ada bukti yang menunjukkan virus corona telah berubah secara signifikan, baik dalam bentuk transmisi atau tingkat keparahan penyakit yang disebabkan.

Pernyataan ini untuk menjawab klaim dokter terkemuka Italia bahwa virus corona telah melemah hingga menyebabkan pandemik Covid-19 kehilangan potensinya.

"Dalam hal penularan, itu tidak berubah, dalam tingkat keparahan, itu juga tidak berubah," kata ahli epidemiologi WHO, Maria Van Kerkhove, seperti dikutip dari Reuters.


Martin Hibberd, profesor penyakit menular di London School of Hygiene & Tropical Medicine, mengatakan studi besar yang melihat perubahan genetik pada virus SARS-CoV-2, yang menyebabkan Covid-19 tidak mendukung gagasan bahwa virus menjadi tak berpotensi atau melemah dengan cara apa pun.

"Dengan data lebih dari 35.000 seluruh genom virus, saat ini tidak ada bukti bahwa terdapat perbedaan signifikan terkait tingkat keparahan," katanya mendukung pernyataan Kerkhove.

Sebelumnya, dokter terkemuka Italia, Profesor Alberto Zangrillo, kepala ICU di Rumah Sakit San Raffaele Italia di wilayah Lombardi, mengatakan melalui siaran televisi bahwa virus corona 'secara klinis tidak ada lagi' atau telah melemah.

Menimpali pernyataan Kerkhove, Zangrillo mengaku apa yang dipelajarinya telah diperkuat oleh sebuah studi yang dilakukan sesama ilmuwan, Massimo Clementi.

Studi oleh Clementi, direktur laboratorium mikrobiologi dan virologi San Raffaele, membandingkan sampel virus dari pasien Covid-19 di rumah sakit yang berada di Milan pada Maret dengan sampel dari pasien Covid-19 pada Mei.

"Hasilnya jelas, perbedaan yang sangat signifikan antara beban virus pasien yang dirawat pada Maret dibanding pasien yang dirawat Mei lalu,” kata Zangrillo.

"Kami tidak pernah mengatakan bahwa virus tersebut telah berubah, kami mengatakan bahwa interaksi antara virus dan perantaranya sudah pasti berubah," jelas Zangrillo lagi.

Menurutnya, hal ini bisa disebabkan oleh karakteristik virus yang berbeda, yang katanya belum diidentifikasi, atau karakteristik berbeda pada mereka yang terinfeksi.

Namun, Maria Van Kerkhove bersama sejumlah ahli virus dan penyakit menular lainnya, tetap bersikeras menyebutkan bahwa pernyataan Zangrillo itu tidak didukung oleh bukti ilmiah.

Menurutnya, bukan sesuatu yang aneh untuk virus bermutasi dan beradaptasi ketika menyebar.

Debat yang terjadi pada Senin itu menyoroti bagaimana ilmuwan memantau dan melacak virus baru tersebut. Pandemi Covid-19 sejauh ini telah menelan lebih dari 370.000 korban jiwa dan menginfeksi 6 juta orang lebih secara global.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya