Berita

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule (kedua kanan)/Net

Politik

Iwan Sumule Heran Raker DPR Dan Pemerintah Ditunda Seminggu Tapi Defisit Nambah Rp 11,9 T

SELASA, 02 JUNI 2020 | 08:51 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menyebut defisit keuangan negara akan lebih dari seribu triliun seperti menjadi kenyataan.

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule baru saja mengunggah bocoran bahan rapat kerja DPR dengan pemerintah bertuliskan “Rincian Outlook Pembiayaan Utang 2020”.

Iwan Sumule merasa heran setelah membandingkan bahan raker tanggal 2 Juni 2020 itu dengan tanggal 26 Mei 2020, tepat saat raket ditunda.


Dalam bahan raker 26 Mei tertera kebutuhan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) Juni hingga Desember 2020 sebesar Rp 990,1 triliun. Sedang pada 2 Juni jumlahnya meningkat menjadi Rp 1.002 trliun.

“Bocoran bahan raker DPR dan pemerintah. Ditunda 1 minggu, selisih defisit berubah, bertambah Rp 11,9 triliun,” ujarnya kepada redaksi, Selasa (2/6).

“Benar Menkeu Sri Mulyani, jauh hari dia sudah bilang defisit akan seribu triliun lebih,” sindirnya.

Iwan Sumule khawatir penerbitan SBN yang besar itu akan disalahgunakan oleh pihak tertentu. Terlebih, Perppu 1/2020 atau Perppu Corona yang memberi proteksi bagi pengambil kebijakan sudah disahkan menjadi UU.

“Indikasi berpotensi terjadi garong uang negara secara terencana, terukur, dan sitematis,” tekannya.

“Enaknya gunakan uang negara tanpa dihukum. Defisit tinggi pula. Edan!” lanjut ketua DPP Partai Gerindra itu.

Dia juga mewanti-wanti kepada Sri Mulyani agar penerbitan SBN ini tidak mengulang kasus Bank Century. Segenap aktivis ProDEM memastikan akan terus mengawal setiap kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya