Berita

Jaksa Agung ST Burhanuddin/Net

Politik

Jaksa Agung Minta Anak Buahnya Netral Di Pilkada, Perludem: Di Tengah Pandemik Covid-19 Tantangan Semakin Berat

SENIN, 01 JUNI 2020 | 17:48 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pemerintah bersama DPR, dan KPU RI dalam rapat kerja Komisi II telah menyepakati pilkada serentak 2020 digelar pada 9 Desember 2020.

Jaksa Agung ST Burhanuddin langsung mengambil sikap terhadap keputusan waktu penyelenggaraan pilkada 2020.

Dia menginstruksikan para kepala kejaksaan tinggi yang wilayah hukumnya agar senantiasa menjaga dan memelihara netralitas penegak hukum.


“Tidak menunjukkan keberpihakan, terlebih menyalahgunakan jabatannya dalam upaya memenangkan calon pasangan kepala daerah tertentu,” ujar Burhanuddin dalam keterangannya, Senin (1/6).

Burhanuddin mengingatkan supaya aparatur kejaksaan tetap konsisten mengawal proses pilkada pada setiap tahapannya. Hal ini melalui upaya penegakan hukum yang imparsial dan bebas dari kepentingan politik tertentu.

Dia juga meminta anak buahnya baik yang di pusat maupun di daerah, berperan aktif meningkatkan koordinasi dan hubungan kerjasama yang baik dengan semua pihak yang terkait dan komponen Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

“Hal ini guna mencegah, mengantisipasi sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan terkait penyelenggaraan Pemilukada yang berpotensi mengganggu berbagai aspek kehidupan bernegara dan bermasyarakat,” ungkap Burhanuddin

Sementara itu, Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggraini mendukung sikap tegas Jaksa Agung Burhanuddin. Terlebih, tantangan pilkada akan lebih berat saat di gelar di tengah pandemik Covid-19.

Titi menyebutkan, salah satu hal yang harus diawasi dengan cermat adalah potensi penyimpangan dana bansos dan manipulasi program penanganan virus corona untuk kepentingan elektoral bagi calon kepala daerah.

Kata dia, politisasi program Percepatan Penanganan Covid-19 telah terjadi di beberapa daerah. Maka, diperlukan ketegasan dari para aparat penegakan hukum dan semua institusi yang berwenang untuk bertindak adil dan tegas.

“Ketegasan dari aparat penegak hukum sangat perlu, bukan hanya untuk kepentingan atas kualitas demokrasi yang harus kita jaga, tetapi juga untuk keadilan dan kepentingan kemanusiaan," pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya