Berita

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (Laksamana), Samuel F Silaen/Ist

Politik

Pancasila Butuh Tindakan Nyata, Bukan Sekadar Seremonial Belaka

SENIN, 01 JUNI 2020 | 14:34 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pancasila kerap kali dipertentangkan oleh sejumlah kalangan yang merasa belum puas. Ketidakpuasan tersebut muncul ke permukaan akibat alam demokrasi yang juga berubah.

Demikian yang disampaikan oleh Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (Laksamana), Samuel F Silaen melalui keterangan tertulisnya.

Silaen mengatakan, Pancasila menjadi keharusan bagi semua warga negara Indonesia tanpa terkecuali. Hal itu merupakan konsekuensi tinggal di negara hukum.


"Jadi selama Pancasila diartikan sempit, maka selama itu pulalah kita akan selalu mengalami benturan sosial yakni curiga, prejudices antarsesama rakyat Indonesia," jelas Silaen, Senin (1/6).

Silaen melanjutkan, kampanye tentang Pancasila akan sia-sia jika nilai, moral, dan kesalehan Pancasila itu sendiri dibonsai oleh kelompok tertentu.

"Makna Pancasila berubah menjadi hanya sebatas ceremony tok. Semua bisa bikin statusnya di Facebook dan lain-lain, tapi itu semua hanya pencitraan doang, hasilnya nihil alias nol besar, tetapi cobalah untuk memikirkan yang lebih nyata dan realistis, " papar Silaen yang juga alumni Lemhanas Pemuda I 2009 itu.

"Jika saja mereka yang selalu membonsai atau mengebiri Pancasila menurut kacamata individu maupun kelompok tertentu, maka itulah musuh bebuyutan Pancasila yang sebenarnya," tandas Silaen.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya