Berita

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa duduk bareng Walikota Surabaya Tri Rismaharini/Net

Politik

Saran Andi Arief, Risma Dan Khofifah Duduk Bareng Selamatkan Rakyat

MINGGU, 31 MEI 2020 | 12:41 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini kembali menjadi buah bibir setelah video dirinya yang sedang marah-marah beredar.

Kemarahan itu dilatari kekesalan lantaran dua mobil laboratorium dari BNPB yang dia minta justru dialihkan untuk daerah lain di Jawa Timur.

Risma nampak mengamuk karena merasa ada pihak tertentu yang sengaja melakukan sabotase, sehingga warganya tidak bisa menjalani swab test secara maksimal.


Kemarahan politisi PDI Perjuangan itu pun diartikan sejumlah pihak sebagai bentuk hubungan tidak harmonis antara Risma dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Menanggapi perseteruan keduanya, Kepala Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat, Andi Arief sumbang saran.

Dia menyarankan agar keduanya bisa duduk bersama untuk saling mendiskusikan permasalahan yang dihadapi. Tujuannya untuk sama-sama mencari solusi terbaik.

Saran tersebut, kata Andi Arief, sesuai dengan aliran yang dianut Partai Demokrat, yaitu asas rekonsiliatif.

"Saran kami duduk bareng aja antara keduanya. Selamatkan rakyat. Keduanya pasti ingin rakyat selamat," ujarnya melalui akun Twitter miliknya pada Minggu (31/5).

"Dua-duanya putri terbaik di Jawa Timur. Di tengah pandemik jangan ada keributan," sambung Andi Arief.

Pemprov Jatim pun memberikan penjelasan bahwa dialihkannya dua mobil laboratorium ke berbagai daerah sudah sesuai kebutuhan dan penjadwalan. Saat ini pun mayoritas daerah di Jatim  mengalami kendala keterbatasan lab PCR.

Sementara Kota Surabaya, memiliki laboratorium dengan kapasitas sekitar 800 sampel per hari. Belum lagi tambahan mobil PCR dari BIN yang berkapasitas 200 sampel per hari.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya