Berita

Hasto Kristiyanto/Net

Politik

Kebijakan New Normal Disebut Terburu-buru, Hasto: Persoalan Yang Dihadapi Tidak Mudah

KAMIS, 28 MEI 2020 | 02:36 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Tidak sedikit yang berpendapat pemerintah terlalu terburu-buru mengeluarkan kebijakan new normal atau kehidupan baru di masa pndemik Covid-19 yang masih terus meningkat.

Bagi Sekretaris DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, pandangan tersebut wajar. Menurutnya, masyarakat menilai kebijakan new normal terburu-buru lantaran persoalan yang dihadapi tidak mudah.

“Kita juga tahu, dan ikut merasakan bahwa persoalan yang dihadapi memang tidak mudah, kita menghadapi segala sesuatunya secara mendadak,” ujar Hasto lewat video conference dengan wartawan, Rabu (27/5).


Menurutnya, apa yang dilakukan Presiden Joko Widodo saat ini mendengarkan masukan dari banyak pihak dan kemudian mengambil sebuah kebijakan yang komprehensif untuk menyiapkan suatu langkah yang terukur. Sehingga, tidak benar dianggap terburu-buru.

“Di mana mau tidak mau kita juga harus menyesuaikan dengan pandemik Covid-19 ini. Tetapi segala sesuatunya dilakukan dengan cermat dan yang menjadi persoalan karena ketika ini kemudian seolah-olah, langsung masuk pada kehidupan yang normal itu,” katanya.

Hasto mengatakan saat ini pemerintah masih merancang dan mempersiapkan tahapan new normal agar masyarakat tidak kaget terutama untuk membangkitkan ekonomi nasional.

“Padahal, ini sedang direncanakan tahapan-tahapan, yang memungkinkan aktivitas pergerakan ekonomi rakyat, bisa berjalan. Dengan tetap memerhatikan, seluruh ketentuan tentang protokol kesehatan pencegahan covid 19,” tutupnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya