Berita

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte/Net

Politik

Mas Menteri Nadiem Harus Baca Pelan-pelan Apa Yang Disampaikan Presiden Duterte

RABU, 27 MEI 2020 | 17:11 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Langkah yang dilakukan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte yang tidak akan membuka kembali kegiatan sekolah hingga ditemukannya vaksin Covid-19 perlu menjadi perhatian pemerintah Indonesia.

"Mas Menteri Nadiem Makarim harus membaca pelan-pelan apa yang disampaikan Duterte. Jangan langsung resisten atau menolak langsung. Dikunyah saja dulu, serap apa maksud Duterte," ucap Peneliti Insititut Riset Indonesia (INSIS), Dian Permata kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (27/5).

Dian sepakat bila vaksin Covid-19 belum ditemukan, maka wabah tersebut akan menjadi teror di sekeliling masyarakat Tanah Air.


Dian melanjutkan, Duterte merupakan sosok pemimpin yang menggunakan pendekatan pro life dalam mengeluarkan kebijakan di tengah pandemik Covid-19, khususnya soal larangan berkegiatan di sekolah.

"Kasus beberapa negara yang kembali membuka kegiatan belajar dan mengajar (KBM) di sekolah berbuah terinfeksinya murid menjadi pelajaran beharga bagi Kemendikbud sebelum benar-benar ingin membuka sekolah," jelas Dian.

"Korea Selatan, Prancis, dan Filandia adalah secuil negara yang mengevaluasi pasca terpaparnya sejumlah murid lantaran KBM di sekolah kembali aktif. Padahal, ketiganya adalah negara yang boleh dibilang literasi dan sistem kesehatan sudah dianggap baik," sambung Dian.

Di sisi lain, lulusan Magister Universitas Sains Malaysia ini juga menilai bila KBM di Indonesia ditiadakan dan mengandalkan sekolah jarak jauh, maka Menteri Nadiem harus mulai memikirkan insentif bagi orang tua murid.

Misalnya soal iuran SPP sekolah. Kemendikbud, kata Dian, harus membuat formula relaksasi bagi orang tua murid yang menyekolahkan anaknya di sekolah swasta. Hal itu dikarenakan Covid-19 juga menggerus pendapatan orang tua murid.

"Banyak kekecewan bahwa iuran SPP anak tidak turun. Padahal KBM hanya lewat daring. Ada perpindahan proses dan tidak gunakannya fasilitas milik sekolah seperti gedung, AC, listrik, dan lainnya. Semua komponen tersebut dibebankan ke orang tua murid," tandasnya.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya