Berita

Presiden Joko Widodo dan jajaran Kabinet Indonesia Maju/Net

Politik

Separuh Kabinet Perlu Dirombak Demi Songsong Kondisi Tidak Biasa

RABU, 27 MEI 2020 | 07:40 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

New normal atau kondisi normal baru tentu membutuhkan orang-orang yang kredibel dalam jajaran kabinet. Jangan sampai tidak ada perubahan berarti di tubuh pemerintah dalam menyongsing keadaan yang tidak lagi biasa atau normal itu.

Begitu kira-kita pesan yang disampaikan pemerhati politik Satyo Purwanto saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (27/5).

Satyo mencatat, lebih dari separuh menteri pembantu Presiden Joko Widodo tidak dalam performa bagus dalam bekerja mengatasi pandemik Covid-19.


"Hampir semua menteri Jokowi nggak perform, ini yang krusial," ujarnya.

Sederet menteri yang menurutnya tidak bekerja maksimal itu antara lain, Menteri Sosial (Mensos) Juliari P. Batubara; Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto; Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi (Mendes) Halim Iskandar; dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati.

Selanjutnya para menteri di sektor perekonomian, seperti Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati; Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki; Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama; Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto; dan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang.

Seharusnya menteri di sektor teknis dan keuangan ini menjadi ujung tombak penanggulangan dampak, penanganan korban, manajemen kesehatan, sarana dan prasarana kesehatan termasuk melakukan riset penemuan obat atau vaksin.

“Dan yang tidak kalah penting adalah penanggulangan dampak ekonomi dan politiknya. Oleh sebab ini bisa separuh dari jumlah kabinet Jokowi seharusnya sudah dipecat," jelas Satyo.

Apalagi, sambungnya, menteri di sektor keuangan memiliki kapasitas yang buruk dalam menangani ekonomi negara dalam kondisi darurat.

"Jelas sekali kelas Menkeu yang di bawah kapasitas menangani ekonomi negara dalam kondisi darurat," lanjutnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Kapolri Resmikan Laboratorium Uji Seragam untuk Tingkatkan Perlindungan

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:17

MK Tolak Gugatan UU IKN, Ibu Kota RI Tetap Jakarta

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:00

Menhut Gaungkan Pengakuan Hutan Adat di Markas PBB

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:39

Rupiah Babak Belur, BI Kembali Sebut Kebutuhan Dolar Membludak

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:12

Eks Kasat Narkoba Polres Kutai Barat Diduga jadi Kaki Tangan Bandar Narkoba Kelas Kakap

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:49

Laut dan Manusia Harus Saling Menjaga

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:39

Bleng-Blengan Sawah Blora, Cara Lama Petani Usir Tikus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:28

Peradilan Berjalan, GMNI Tetap Minta Dibentuk TGPF Kasus Andrie Yunus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:16

Menkop dan Wakil Panglima Kompak Kawal Operasional Kopdes

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10

Masa Depan Hotel Mewah dan Pariwisata di Indonesia Tourism Xchange 2026

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:01

Selengkapnya