Berita

Acara halal bihalal di IPDN yang jadi sorotan publik/Net

Politik

Alumni IPDN: Kenapa Harus Mendatangkan Biduan Dangdut Ke Kampus?

SELASA, 26 MEI 2020 | 21:55 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Acara halal bihalal yang digelar Kampus Ilmu Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Jatinangor, Jawa Barat menjadi sorotan publik.

Sorotan itu tertuju pada aksi hura-hura dan pengumpulan orang yang melanggar ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Terlebih dalam sejumlah video dan foto yang beredar, tampak ada biduan yang menjadi pengisi acara ini.

Seorang alumni IPDN mempertanyakan kehadiran para biduan tersebut. Mereka khawatir biduan itu menjadi pembawa virus corona, sehingga karantina para praja yang sudah berlangsung selama 80 hari akan sia-sia.


“Ini mereka (praja) sudah rela makan tidak di Menza (gedung Nusantara), tapi di barak. Mereka juga rela untuk tidak mudik saat lebaran, tapi kenapa malah datangkan biduan dangdut ke kampus?” ujar seorang alumni yang kepada Kantor Berita Politik RMOL tidak mau disebutkan namanya, sesaat lalu, Selasa (26/5).

Alumni ini mengaku juga mendapat kabar dari adik-adik yang masih berada di kampus bahwa para biduan dibayar puluhan juta untuk menghadiri acara dadakan itu.

Sementara menanggapi pernyataan Kepala Biro Kerja Sama dan Hukum IPDN Baharuddin Pabba yang menyebut kehadiran penceramah dan penyanyi untuk menjaga fisik dan psikis para praja, sang alumni justru makin geram.

Menurutnya, esensi dari kritik ini adalah kehadiran orang luar yang berpotensi menyebarkan virus corona ke dalam kampus.

Jikapun ingin ada penyegaran fisik dan psikis para praja, maka bisa dilakukan dengan cara-cara yang menaati protokol kesehatan saat corona.

“Bisa dengan virtual mungkin,” kesalnya alumni yang terpaksa bersuara lantang lantaran peduli dengan masa depan almamaternya itu.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya