Berita

Waketum Gerindra, Fadli Zon/Net

Politik

Jokowi Akan Berlakukan The New Normal Covid-19, Fadli Zon: Bisa Jadi Bencana Baru

SELASA, 26 MEI 2020 | 17:52 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Penerapan kebijakan normal baru atau The New Normal oleh pemerintah sebagaimana diatur Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian virus corona baru (Covid-19) di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri, dinilai inkonsisten.

Pasalnya, potensi bencana besar bisa saja terjadi seiring diterapkannya kebijakan The New Normal tersebut.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon dalam cuitan akun Twitter pribadinya beberapa saat lalu, Selasa (26/5).


"Kebijakan mencla-mencle dan penanganan Covid-19 penuh inkonsistensi, bisa menjadi “new disaster” (bencana baru) bukan “new normal"," kata Fadli Zon.

Menurut Fadli Zon, kebijakan yang diambil pemerintah tersebut bukan hanya tidak mengacu pada kasus Covid-19 di Indonesia secara keseluruhan yang belum menunjukkan penurunan kurva.

Namun, dengan adanya kebijakan The New Normal yang secara otomatis diikuti oleh pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) itu diyakini akan membuat dunia internasional semakin tidak percaya terhadap negara Indonesia.  

"Tak hanya soal kasus penyebarannya, tapi kepercayaan dunia thd kita makin pudar. Bisa jadi kita tak bisa masuk ke banyak negara. Mudah-mudahan prediksi saya salah," pungkasnya.

Sekadar informasi, pemerintah telah mempersiapkan rencana kebijakan normal baru atau The New Normal untuk 4 Provinsi di Indonesia antara lain; DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Barat, Gorontalo. Kemudian, juga untuk 25 Kabupaten/Kota.

Aparat TNI-Polri rencananya akan dikerahkan untuk melakukan pengawalan ketat terhadap kebijakan The New Normal tersebut.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

UPDATE

Adab di Atas Selebrasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:12

Belgia vs Mesir Berbagi Skor 1-1

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:10

Pidato Bernuansa Sindiran Berpotensi Memicu Reaksi Balik Publik

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:39

Membongkar Skandal #SellIndonesia, Hebatnya Rupiah Menguat

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:19

Edura School Jawab Tantangan Guru di Era Digital

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:03

SEI Bongkar Dampak Kebijakan Batu Bara Bahlil: Pasokan Tersendat, Listrik Alami Gangguan!

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:37

Mahfud MD: UU Polri Abaikan Komisi Reformasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:24

ART Indonesia Disiksa Mirip Samsak Tinju di Malaysia

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:01

Kerja Prabowo Sudah Bagus, tapi Jangan Pidato Meledek Lagi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:29

Sambut 1 Muharam Setop Saling Fitnah dan Provokasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:25

Selengkapnya