Berita

Joko Widodo saat bersama Rizal Ramli beberapa tahun lalu/Net

Politik

Arus Bawah Dorong Jokowi Dan RR Islah, Pengamat: Dengan Virus Aja Berdamai, Apalagi Dengan Sesama Manusia

SELASA, 26 MEI 2020 | 14:17 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Dorongan "islah" dua tokoh bangsa antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan ekonom senior Rizal Ramli sedianya bisa dilakukan.

Apalagi dorongan tersebut berasal dari kalangan arus bawah yang berharap kedua tokoh bangsa itu memperbaiki berbagai tantangan kedepan, terutama dampak Covid-19 di tanah air.

Pengamat Politik jebolan Universitas Indonesia (UI) Ujang Komarudin menilai, kemungkinan islah antara Presiden Jokowi dan RR, sapaan karib Rizal Ramli, sangat terbuka.


Pasalnya, pemerintah saja menyatakan berdamai dengan Covid-19. Agaknya, tanpa terkecuali dengan sesama manusia. Serta, momen lebaran untuk saling berdamai antara pihak manapun dan siapapun.

"Jika Jokowi meminta masyarakat untuk berdamai dengan Corona. Maka tak ada salahnya juga Jokowi berdamai dengan RR. Dengan virus saja kita harus berdamai. Apalagi dengan sesama manusia," kata Ujang Komarudin kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Selasa (26/5).

Momentum lebaran juga harusnya menjadi momentum perdamaian bagi siapapun. Bagi setiap orang. Termasuk RR dengan Jokowi," imbuhnya.

Adapun, lanjut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini, terkait dorongan islah Jokowi dan RR dari masyarakat arus bawah ini beriringan dengan derasnya isu reshuffle kabinet. Maka, hal itu merupakan kewenangan Kepala Negara.

"Tapi kalau soal, masyarakat arus bawah minta RR berdamai dengan Jokowi. Dan RR diusulkan jadi PM atau menteri utama. Itu sih hak prerogatif presiden," tutur Ujang Komarudin.

Termasuk jika ingin merombak tim ekonomi dalam Kabinet Indonesia Maju. Meskipun, masih kecil kemungkinannya jika Jokowi merombak tim ekonominya.  

"Jika terjadi reshuffle. Tak ada salahnya Jokowi merombak tim ekonominya di kabinet. Namun saya melihat. Jokowi tak akan merombak tim ekonomi dalam menghadapi pandemik. Alasannya, Sri Mulyani masih dibutuhkan Jokowi. Begitu juga Airlangga," demikian Ujang Komarudin.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

UPDATE

Adab di Atas Selebrasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:12

Belgia vs Mesir Berbagi Skor 1-1

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:10

Pidato Bernuansa Sindiran Berpotensi Memicu Reaksi Balik Publik

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:39

Membongkar Skandal #SellIndonesia, Hebatnya Rupiah Menguat

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:19

Edura School Jawab Tantangan Guru di Era Digital

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:03

SEI Bongkar Dampak Kebijakan Batu Bara Bahlil: Pasokan Tersendat, Listrik Alami Gangguan!

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:37

Mahfud MD: UU Polri Abaikan Komisi Reformasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:24

ART Indonesia Disiksa Mirip Samsak Tinju di Malaysia

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:01

Kerja Prabowo Sudah Bagus, tapi Jangan Pidato Meledek Lagi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:29

Sambut 1 Muharam Setop Saling Fitnah dan Provokasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:25

Selengkapnya