Berita

Presiden Joko Widodo (kanan) dan ekonom Rizal Ramli/Ist

Politik

Masyarakat Arus Bawah Minta Jokowi Dan Rizal Ramli Islah

SELASA, 26 MEI 2020 | 12:19 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Dua tokoh nasional Presiden Joko Widodo dan ekonom DR. Rizal Ramli diminta untuk menyatukan kembali kekuatan mereka demi menghadapi berbagai tantangan yang ada di depan mata.

Permintaan agar Jokowi dan Rizal Ramli “islah” mengalir dari arus bawah.

Tokoh senior Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dari Ambon, Maluku, Nehemia Lawalata, misalnya, dalam keterangannya baru-baru ini mengatakan bahwa Jokowi membutuhkan sosok seperti Rizal Ramli yang dalam berbagai kesempatan terbukti dapat membawa negara keluar dari krisis perekonomian.


Rizal Ramli pernah menjadi Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog), Menko Perekonomian, dan Menteri Keuangan, di era Abdurrahman Wahid. Sebelum itu, ia adalah penasehat ekonomi Fraksi ABRI di DPR dan MPR RI. Rizal juga pernah menjadi anggota Panel Ahli PBB. Ia juga kerap diundang pemerintahan negara sahabat untuk memberikan saran mengenai jalan pembangunan.

Di sisi lain, sebut Nehemia Lawalata, pemerintah sudah sepatutnya realistis dan menyadari bahwa perekonomian nasional ambruk akibat kesalahan kelompok pendukung neoliberalisme di dalam kabinet yang diwakili Sri Mulyani dan pandemi Covid-19.

Dalam situasi sulit ini, menurut Nehemia Lawalata, seperti diberitakan media, Rizal Ramli dapat diberi kepercayaan untuk menduduki semacam posisi menteri utama atau perdana menteri.

“Kita inginkan RR bersedia masuk kabinet  sebagai PM atau Menteri Utama demi keselamatan bangsa dan negara,” ujar Nehemia Lawalata.

Rizal Ramli pernah membantu Jokowi dalam periode pertama pemerintahannya. Ketika itu dia dipercaya menjadi Menko Maritim dan Sumber Daya. Dalam posisi ini Rizal juga mencatat sejumlah prestasi.

Setelah tidak menjabat sebagai menteri, hubungan Jokowi dan Rizal Ramli tetap terjalin baik. Dengan gayanya yang khas, Rizal kerap memberikan masukan kepada pemerintah dalam berbagai isu. Dalam beberapa waktu belakangan ini, berbagai saran Rizal Ramli itu pun diikuti pemerintah.  

Hal lain yang disampaikan Nehemia Lawalata adalah potensi dan kemungkinan gangguan keamanan, instabilitas, hingga separatisme di masa depan. Bila pemulihan ekonomi tidak berjalan efektif dan wabah Covid-19 tidak bisa dibasmi atau setidaknya diredam penyebarannya, maka kelompok yang kecewa cenderung ingin memisahkan diri dari NKRI mendapat amunisi untuk melancarkan aksi mereka.

Nehemia Lawalata mengingatkan, sebagai seorang individu, Rizal Ramli memiliki latar belakang sosial yang komplit. Rizal Ramli memiliki hubungan baik dan erat dengan dua organisasi masyarakat Muslim terbesar di Indonesia, NU dan Muhammadiyah, juga memiliki basis dukungan yang tidak kecil di bagian timur Indonesia.

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

UPDATE

Pendemo Atribut Serba Hitam Desak Teror Ketua BEM UGM Diusut

Jumat, 27 Februari 2026 | 20:14

BNI Siapkan Uang Tunai Rp23,97 Triliun Sambut Lebaran 2026

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:39

Polwan Berkalung Serban Putih Kawal Demo Mahasiswa

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:31

KPK: Mobil Operasional Pejabat Bea Cukai jadi Brankas Berjalan Uang Suap

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:18

Muncul Aksi Tandingan BEM UI di Mabes Polri

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:13

Jangan Hanya Kecam Israel, OKI Harus Berani Putuskan Sikap Kolektif

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:09

Angka Prima Palindromik

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:06

Seskab Bantah MBG Kurangi Anggaran Pendidikan

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:05

Pengaturan Ambang Batas Fraksi Lebih Tepat Ketimbang Naikkan PT

Jumat, 27 Februari 2026 | 18:42

Sentil Tim Ekonomi Prabowo, Pakar: Mereka bukan Negosiator

Jumat, 27 Februari 2026 | 18:23

Selengkapnya