Berita

Acara Halal Bihalal yang dilakukan pihak IPDN dinilai telah melecehkan pemerintah/Istimewa

Politik

IPDN Bikin Halal Bihalal Di Tengah PSBB, IPW Minta Mendagri Bertindak Tegas

SELASA, 26 MEI 2020 | 10:37 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Di tengah anjuran untuk tidak melakukan pengumpulan massa di masa Idul Fitri tahun ini, pihak Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) justru cuek menggelar acara halal bihalal yang melibatkan ratusan orang. Termasuk sejumlah pejabat Kemendagri yang bertugas di IPDN.

Ironisnya lagi, pihak kepolisian seolah membiarkan acara tersebut berlangsung. Tidak membubarkan acara yang berpotensi menjadi penyebaran virus corona baru (Covid-19) tersebut.

Hal itu disesalkan Indonesia Police Watch (IPW). Karena kejadian tersebut dilakukan oleh pihak-pihak yang seharusnya memberi contoh baik kepada masyarakat. Karena itu, IPW meminta Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menindak tegas para pejabat IPDN yang mengizinkan acara pengumpulan massa tersebut.


Dari data dan foto yang diterima IPW, halal bihalal itu dilakukan bersamaan dengan perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H, Minggu siang (24/5), di Kampus IPDN di Jatinangor, Jawa Barat. Para calon birokrat itu bisa seenaknya melanggar ketentuan pemerintah dan melanggar PSBB.

IPW sudah melaporkan pelanggaran berat PSBB ini kepada Mendagri, yang membawahi IPDN. Diharapkan ada tidakan tegas dari Mendagri terhadap kasus ini.

"Sangat aneh di tengah kerja keras pemerintah memutus matarantai pandemik Covid 19, kampus IPDN justru membuat acara perayaan Hari Raya Idul Fitri di kampusnya yang dihadiri ratusan Praja dan para undangan di Balirung Rudini," ucap Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, melalui keterangan tertulis, Selasa (26/5).

"Tentunya hal ini sangat tidak sesuai dengan kebijakan Pemerintah yang justru tengah giat-giatnya memberlakukan PSBB dalam rangka menekan penularan Covid 19. Anehya lagi, acara ini dilaksanakan atas perintah Rektor IPDN, dengan alasan untuk menghibur praja yang selama ini melakukan karantina di kampus," imbuhnya.

Alhasil, IPW pun berharap Mendagri bertindak tergas dengan segera mencopot Rektor IPDN. Sebab, apa pun alasannya, aksi pengumpulan massa di kampus IPDN ini telah melanggara ketentuan pemerintah pusat juga Peraturan Gubernur Jawa Barat nomor 36 tahun 2020 tentang pedoman PSBB dalam penanggulangan coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Jawa Barat.

"Yang sangat disayangkan lagi, IPDN adalah kawah candradimuka untuk melahirkan para calon pejabat pemerintahan di negeri ini, tapi mengapa mereka bisa seenaknya melanggar ketentuan pemeritah? IPW menyayangkan sikap para praja tersebut. Belum menjadi pejabat saja, mereka sudah seenaknya melanggar ketentuan pemeritah," kata Neta.

IPW juga berharap Polda Jabar mau mengusut kasus ini, terkait dengan izin acara keramaian di kampus IPDN itu. Bagaimanapun acara di kampus IPDN ini merupakan pelecehan terhadap PSBB dan upaya pemeritah yang sudah bekerja keras memutus mata rantai Covid-19.

"Sebagai calon pemimpin, mereka tidak memberikan contoh yang baik kepada masyarakat maupun kepada para kepala daerah, yang setiap saat menganjurkan agar semua orang mentaati aturan PSBB. Tapi justru para Praja IPDN itu sendiri yang melanggar PSB tersebut," tegas Neta.

"Para petinggi Kemendagri di IPDN juga tidak memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dan pemerintahan daerah. Sebab itu IPW berharap Mendagri Tito Karnavian segera memberi tindakan tegas kepada Rektor IPDN dan jajarannya," demikian Neta.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

UPDATE

Adab di Atas Selebrasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:12

Belgia vs Mesir Berbagi Skor 1-1

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:10

Pidato Bernuansa Sindiran Berpotensi Memicu Reaksi Balik Publik

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:39

Membongkar Skandal #SellIndonesia, Hebatnya Rupiah Menguat

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:19

Edura School Jawab Tantangan Guru di Era Digital

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:03

SEI Bongkar Dampak Kebijakan Batu Bara Bahlil: Pasokan Tersendat, Listrik Alami Gangguan!

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:37

Mahfud MD: UU Polri Abaikan Komisi Reformasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:24

ART Indonesia Disiksa Mirip Samsak Tinju di Malaysia

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:01

Kerja Prabowo Sudah Bagus, tapi Jangan Pidato Meledek Lagi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:29

Sambut 1 Muharam Setop Saling Fitnah dan Provokasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:25

Selengkapnya