Berita

Siti Fadilah Supari dan Deddy Corbuzier/Repro

Hukum

Arief Poyuono: Pengalaman Siti Fadilah Dapat Digunakan Dalam Perang Melawan Covid-19, Jangan Kembalikan Ke Penjara

SENIN, 25 MEI 2020 | 11:55 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Tindakan mengembalikan Siti Fadilah Supari ke dalam penjara Pondok Bambu bertentangan dengan peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan akal sehat.

Justru pemerintah seharusnya mengambil pelajaran dari pengalaman Siti Fadilah dalam menghadapi flu burung.

Begitu antara lain disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono, menyikapi kemarahan Kementerian Hukum dan HAM atas wawancara Deddy Corbuzier dengan Siti Fadilah Supari yang adalah mantan Menteri Kesehatan beberapa hari lalu. Wawancara itu dilakukan di sebuah rumah sakit tempat Siti Fadilah dirawat. Ia masih berstatus sebagai narapidana dalam kasus suap.

Setelah wawancara dengan Siti Fadilah Supari diunggah Deddy Corbuzier, pihak Kemenkumham marah dan mengancam akan mengembalikan Siti Fadilah Supari ke LP Pondok Bambu, Jakarta Timur.

“Sudah benar mengeluarkan Siti Fadilah dari Pondok Bambu yang berisikan 50 orang lebih positif corona. Kok malah sekarang dibalikin lagi ke dalam? Kemenkumham apa tidak paham ini keadaan darurat? Mengembalikan ke Pondok Bambu itu upaya pembunuhan pakai corona terhadap Siti Fadilah,” tegasnya hari Minggu (25/5).

Ia mengingatkan sudah menjadi pengetahuan publik bahwa kondisi penjara yang terisolasi dengan 50 orang positif didalamnya, Siti Fadilah sangat rentan terpapar Corona.

“Usianya sudah diatas 70 tahun. Penyakitnya asthma, outoimmune dan berbagai penyakit lainnya, dikurung di dalam penjara dan tidak bisa diakses. Mengembalikan Siti Fadilah Supari ke Pondok Bambu itu tindakan sengaja. Kalau terjadi sesuatu siapa yang tanggung jawab?” tegasnya.

Arief Poyuono juga menyoroti akun Youtube tentang pertemuan Deddy Corbuzier dengan Siti Fadilah Supari yang telah ditonton 3 juta lebih pemirsa. Menurutnya tidak ada yang salah dengan silahturahmi tersebut.

“Isinya sesuai dengan garis pemerintahan Jokowi dan pelajaran tentang bagaimana menghadapi wabah Flu Burung yang bisa digunakan saat ini. Seharusnya pemerintah memetik pelajaran dari pengalaman Siti Fadilah untuk mengatasi corona saat ini,” tegasnya.

Soal pernyataaan Dirjen PAS Kemenkumham yang mengatakan wawacancara tersebut tidak mengantongi ijin, menurut Arief Poyuono itu terlalu mengada-ada dan justru mencoreng pemerintahan Jokowi yang sedang sibuk menghadapi corona.

“Jangan lebailah. Bikin malu aja. Sebelumnya juga sudah berkali-kali wawancara dilakukan wartawan saat Siti Fadilah di dalam penjara. Semua media massa memuat pernyataan bu Siti yang isinya bagaimana mengatasi Corona,” tegasnya.

Arief Poyuono juga pernyataan yang menyalahkan Deddy Corbuzier karena mengunggah pertemuan silahturahminya di akun Youtubenya kemudian dikutip oleh berbagai media nasional.

“Sudah jelas itu hak privat Deddy mengupload dokumentasi tersebut, yang justru menjadi hak publik untuk tahu. Ingat ini bukan jaman Orde Baru lagi, yang semua hak publik bisa didapat kalau ada ijin,” ujarnya.

Mendingan menurutnya, Kemenkumham melakukan evaluasi dan mengurus semua tahanan yang positif Corona dan berbahaya bagi tahanan yang lain. Karena kalau dibiarkan, maka kemenkumhamdalam hal ini menurut Arief Poyuono bersalah karena melakukan pembiaran yang membahayakan nyawa orang lain.

“Melepaskan penjahat kriminal beberapa waktu lalu sudah salah karena justru membahayakan masyarakat. Sekarang dengan memasukan orang beresiko seperti Siti Fadilah kembali ke penjara Pondok Bambu yang sudah daerah merah corona tambah salah lagi,” tegasnya.

Populer

Siang Ini, Rachmawati, Rizal Ramli, Hingga Gatot Nurmantyo Hadiri Deklarasi KAMI

Minggu, 02 Agustus 2020 | 06:59

Gumana Lubis: Kami Merasa Demokrasi Di PDIP Banyak Dikebiri

Minggu, 02 Agustus 2020 | 05:43

Eks Staf Ahli Panglima TNI: Dik Jokowi Lebih Baik Mundur Demi Keselamatan NKRI

Selasa, 04 Agustus 2020 | 11:14

Saiful Anam: Dugaan Achmad Purnomo "Dicovidkan" Makin Terang Benderang

Kamis, 30 Juli 2020 | 07:47

Terkuak, Reklamasi Ahok Hingga Kebencian China Jadi Alasan Rizal Ramli Didepak Dari Kabinet

Kamis, 06 Agustus 2020 | 19:50

Rocky Gerung: Pembakaran Poster Habib Rizieq Operasi Intelejen Yang Dungu, Bu Mega Akhirnya Jadi Tertuduh

Kamis, 30 Juli 2020 | 17:34

Din Syamsuddin Dan Para Aktivis Sepakat Kiblat Bangsa Telah Melenceng

Minggu, 02 Agustus 2020 | 16:20

UPDATE

Pertumbuhan Ekonomi Minus 5,32 Persen, Malapetaka Bagi PLN

Minggu, 09 Agustus 2020 | 00:29

Prabowo Kembali Pimpin Gerindra, Sandiaga Uno: InsyaAllah Amanah

Minggu, 09 Agustus 2020 | 00:11

Dapat Dukungan Kiai Dan Ponpes, Gus Yani-Ning Ita Makin Optimistis Menang Di Pilkada Gresik 2020

Sabtu, 08 Agustus 2020 | 23:52

Hindari Kevakuman, Prabowo Janjikan Segera Susun Pengurus Baru DPP Gerindra

Sabtu, 08 Agustus 2020 | 23:33

Ogah Jadi 'Kelinci Percobaan' Vaksin Covid-19, Erick Thohir Bukan Ksatria

Sabtu, 08 Agustus 2020 | 23:06

Sekjen Gerindra: Keputusan Prabowo Maju Pilpres 2024 Akan Diputuskan Tahun Depan

Sabtu, 08 Agustus 2020 | 22:19

Begini Cara Ibas Yudhoyono Hibur Konstituen Di Tengah Pandemik Covid-19

Sabtu, 08 Agustus 2020 | 22:11

Didampingi Ahmad Muzani, Prabowo Punya Waktu 30 Hari Susun Pengurus DPP Gerindra

Sabtu, 08 Agustus 2020 | 21:58

Datuk Jalil Ali Telah Pergi

Sabtu, 08 Agustus 2020 | 21:45

Kedua Kalinya, Gunung Sinabung Kembali Erupsi Dengan Tinggi Kolom 1 KM

Sabtu, 08 Agustus 2020 | 21:37

Selengkapnya