Berita

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu/Net

Dunia

Baru Sepekan Disumpah, PM Benjamin Netanyahu Hadapi Pengadilan Untuk Dugaan Korupsi

MINGGU, 24 MEI 2020 | 08:09 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu bersiap untuk menghadiri sesi pembukaan pengadilan untuk dakwaan korupsi yang menimpanya.

Pengadilan yang dibuka pada Minggu (24/5) tersebut hanya berselang sepekan setelah ia dan Benny Gantz disumpah dalam pemerintahan persatuan yang sudah dibentuk.

Dimuat Sputnik, pengadilan sudah memerintahkan Netanyahu untuk menghadiri sesi tersebut namun menolak untuk mengizinkan banyak pengawalnya untuk ikut dalam sesi karena melanggar aturan pembatasan sosial.


Netanyahu yang merupakan perdana menteri terlama dan pertama kali yang terlibat pidana telah dituntut dalam tiga kasus berbeda.

Kasus pertama, Netanyahu dan istrinya diduga telah menerima hadiah, termasuk cerutu mahal dan botol sampanye, dari dua pengusaha, yaitu miliarder Australia James Packer dan produser film Hollywood Israel Arnon Milchan. Jaksa menuding Netanyahu memberikan bantuan kepada Milchan.

Kasus kedua terkait dengan pertemuan antara Netanyahu dan Arnon Mozes yang merupakan pemilik surat kabar harian terbesar Israel Yedioth Athronoth. Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas pengesahan undang-undang yang memberlakukan pembatasan pada surat kabar Israel, Hayom dengan imbalan liputan politisi yang lebih menguntungkan di surat kabar Mozes.

Meskipun undang-undang tersebut belum disahkan, penemuan dan rilis rekaman pertemuan-pertemuan tersebut menjadi bukti kuat bagi Mozes yang didakwa dengan upaya suap, sementara Netanyahu dituduh melakukan penipuan dan pelanggaran kepercayaan.

Kasus ketiga sendiri merupakan quid pro quo antara Netanyahu dengan pemegang saham pengendali di raksasa telekomunikasi Bezeq, yang memiliki situs berita Walla, Shaul Elovitch.

Jaksa penuntut percaya bahwa Elovitch menekan eksekutif outlet berita untuk memastikan liputan yang menguntungkan bagi Netanyahu. Sebagai imbalan, Netanyahu telah mengurus kepentingan bisnis Elovitch.

Proses pengadilan terhadap Netanyahu diperkirakan akan memakan waktu bertahun-tahun.

Jika terbukti bersalah, perdana menteri yang berusia 70 tahun tersebut bisa menghadapi 10 tahun penjara karena penyuapan dan hingga tiga tahun karena penipuan dan pelanggaran kepercayaan.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya