Berita

Inggris saat lockdown/Net

Dunia

Inggris Terapkan Aturan Karantina Baru, Siapa Pun Yang Melanggar Akan Didenda Rp 18 Juta

JUMAT, 22 MEI 2020 | 17:17 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Inggris menerapkan aturan baru terkait karantina para pelancong yang datang dari luar negeri, termasuk warga negara Inggris itu sendiri.

Dalam pengumuman yang disampaikan pada Jumat (22/5), semua pelancong yang datang dari luar negeri, temasuk warga Inggris yang kembali, diharuskan isolasi mandiri selama 14 hari. Mereka juga harus memberikan rincian di mana mereka akan tinggal.

Menurut surat kabar Daily Telegraph, mereka yang melanggar aturan karantina akan didenda sebesar 1.000 pound atau sekitar Rp 18 juta (Rp 18.125/pound) ketika petugas kesehatan melakukan pemeriksaan di tempat karantina yang telah diinfokan.


Sementara itu, dilansir Reuters, mereka yang tiba dari Republik Irlandia akan akan dibebaskan dari karantina. Beberapa pekerjaan seperti pengemudi angkutan barang juga akan dibebaskan dari aturan tersebut.

"Saya belum bisa mengatakan berapa lama karantina ini akan berlangsung. Itu adalah sesuatu yang akan kami ulas setiap tiga minggu atau lebih," ujar Sekretaris Irlandia Utara Brandon Lewis.

Di sisi lain, Menteri Transportasi, Grant Shapps menyarankan kepada pemerintah untuk melakukan negosiasi "jembatan udara" bagi pelancong yang datang dari negara-negara dengan tingkat infeksi yang rendah.

Lewis mengatakan rincian lengkap dari rencana itu akan diuraikan oleh Menteri Dalam Negeri, Priti Patel. Ada pun rencana tersebut bertujuan untuk mencegah puncak kedua dari pandemik virus corona baru.

Pada awal wabah muncul, Inggris termasuk negara yang longgar dalam pemeriksaan pelancong asing, termasuk yang berasal dari China. Itu juga yang membuat beberapa pihak menuding pemerintahan Perdana Menteri Boris Johnson terlalu lamban dalam menangani Covid-19.

Meski saat ini Inggris menerapkan aturan karantina bagi siapa pun yang datang dari luar negeri, namun pemerintahan Johnson tetap menuai kritik.

Beberapa anggota parlemen di partai Konservatif Johnson juga mempertanyakan keharusan aturan karantina tersebut karena akan semakin merusak ekonomi.

"Pemerintah perlu memikirkan kembali ini dengan cepat dan tidak masuk ke karantina. Jika mereka menaikkan level pengujian mereka, maka siapa pun yang datang akan diuji dan dimasukkan ke dalam aplikasi pelacakan," papar mantan pemimpin Konservatif, Duncan Smith.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya