Berita

Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Yuliandre Darwis/Net

Politik

Di Tengah Pandemik, Media Arus Utama Menjadi Agen Validasi Informasi

KAMIS, 21 MEI 2020 | 10:45 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Fitur media mainstream saat ini sangat mudah dinikmati. Televisi menyajikan tayangan hiburan untuk keluarga. Bahkan televisi juga dapat memberikan informasi-informasi seputar Covid-19.

Tidak kalah dengan media sosial, televisi justru terkadang memberikan informasi yang membawa narasumber langsung sebagai sumber yang akurat.

Demikian disampaikan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Yuliandre Darwis saat mengisi diskusi berbasis daring, di Jakarta, Rabu kemarin (20/5).


"Media sosial pun terkadang hanya mengambil informasi dari televisi. Namun, yang sering terjadi di masa seperti ini ialah penanggung jawab berita yang seringkali tidak sesuai fakta," kata Yuliandre.

Ketua Umum Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Pusat periode 2013-2016 ini mengatakan, melihat suasana pandemik saat ini, degan bertebaran segala macam informasi begitu luasnya, diingatkan agar dapat mencari sumber informasi yang tepat.

Sebagai regulator penyiaran, dia menambahkan untuk dapat menganalisa lebih jauh terhadap sebuah informasi.

"Media mainstream menjadi rujukan sumber informasi yang tepat. Dalam kenyataannya, media mainstream saat ini sangat minim terjadinya hoax," kata Yuliandre.

Lebih lanjut, Andre sapaan akrabnya mengungkapkan, dalam suasana krisis saat ini, lembaga penyiaran dirasakan wajib mematuhi kode etik jurnalistik dan kaidah yang tekandung dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) yang kerap menjadi kelalaian tim produksi program konten siaran.

KPI Pusat senantiasa mendorong lembaga penyiaran TV dan radio agar menghadirkan informasi yang benar demi kepentingan publik.

"Pemberitaan melalui lembaga penyiaran merupakan kontrol sosial yang harus senantiasa melalui proses verifikasi agar dapat menyampaikan fakta yang benar serta berdasarkan data yang akurat," pungkas Yuliandre.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya