Berita

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (keenam dari kanan) saat gelar konser amal secara virtual/Repro

Politik

Pengamat Hukum: Kesalahan Bamsoet Lebih Besar Dibandingkan Habib Bahar

KAMIS, 21 MEI 2020 | 05:32 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ada anggapan perlakuan diskriminatif antara kasus yang membelit Habib Bahar bin Smith dan Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo yang sama-sama dianggap melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Pengamat hukum dari Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Mudzakir menyampaikan, ada perbedaan yang cukup signifikan antara Habib Bahar dan Bambang Soesatyo (Bamsoet). Menurutnya, Habib Bahar tidak melakukan kesalahan.

“Habib Bahar itu ceramah di situ, kalau Bamsoet ini kan penyelenggaranya (konser amal). Kesalahannya Bamsoet dari MPR itu lebih besar," kata Mudzakir kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (20/5).

Ia menjelaskan, ceramah Habib Bahar memang melibatkan banyak masyarakat. Namun bila dikaitkan dengan kebijakan PSBB, tak ada faktor yang mendukung bersalahnya Habib Bahar.

"Kalau dia langgar PSBB yang salah siapa? Bukan Habib Bahar, kan Habib Bahar ceramah saja, menurut saya bukan diselenggarakan resmi ceramah, enggak ada. Dia abis shalat (kemudian) ceramah,” sambungnya.

Hal berbeda dilakukan Bamsoet yang sengaja mengumpulkan massa. Oleh karenanya, pihaknya meminta aparat penegak hukum untuk bertindak sesuai aturan tanpa pandang bulu. Meski permohonan maaf sudah dilayangkan, Bamsoet harus dinyatakan bersalah.

“Saya kira Ketua MPR itu juga harus dimintai pertanggungjawaban. Harus dinyatakan bersalah karena dia melakukan itu (pelanggaran). Jangan hanya minta maaf, kemudian enggak diapa-apain. Ini dilakukan supaya menjadi contoh semuanya,” tandasnya.

Populer

Yusril Ihza Mahendra: Presiden Saja Tidak Berwenang Berhentikan Kepala Daerah, Apalagi Instruksi Mendagri

Kamis, 19 November 2020 | 19:45

Dukung Habib Rizieq, Natalius Pigai: Jokowi Remehkan Saya Tanpa Tahu Kecerdasan Mutiara Timur

Sabtu, 21 November 2020 | 04:40

Imbas Penurunan Baliho Habib Rizieq Shihab, Mujahid 212 Minta Pangdam Jaya Buka Ruang Dialog

Jumat, 20 November 2020 | 21:56

Bobby Nasution Katakan 'Cina', Etnis Tionghoa Medan Merasa Tersakiti

Senin, 23 November 2020 | 14:23

Pintu Sudah Terbuka, PKS Sarankan Habib Rizieq Bertandang Ke Kediaman Maruf Amin

Sabtu, 21 November 2020 | 10:58

Kekuatan Politiknya Meredup, Kans JK Antarkan Anies Merebut Kursi RI 1 Makin Kecil

Sabtu, 21 November 2020 | 22:14

Pangdam Perintahkan Prajurit Turunkan Baliho Habib Rizieq, Pimpinan Komisi I: Terus Terang Saya Gagal Paham

Jumat, 20 November 2020 | 19:28

UPDATE

Jokowi Harus Hindari Broker Yang Titip Nama Pengganti Edhy Prabowo

Minggu, 29 November 2020 | 08:53

'Membayangi' Pemerintahan Biden, Trump Rencana Umumkan Pencalonan Diri Untuk Pilpres AS 2024 Pada Hari Pelantikan

Minggu, 29 November 2020 | 08:43

MER-C Sayangkan Perlakuan Kurang Beretika Bima Arya

Minggu, 29 November 2020 | 08:28

Suriah Hingga Turki Ramai-ramai Kutuk Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran, Jerman Khawatir Bisa Picu Ketegangan Di Timur Tengah

Minggu, 29 November 2020 | 08:20

Protes Melawan Kekerasan Polisi Di Paris Berakhir Rusuh, Polisi Gunakan Meriam Air Hingga Granat Kejut

Minggu, 29 November 2020 | 07:57

Raih Segudang Prestasi Di Era Anies, Pemprov DKI Diminta Tetap Rendah Hati

Minggu, 29 November 2020 | 07:51

Operasi Militer Fase Terakhir Selesai, Pasukan Ethiopia Kendalikan Ibukota Tigray

Minggu, 29 November 2020 | 07:42

Pengamat: Bukan Tidak Mungkin Prabowo Akan Alami ‘Kecelakaan’ Seperti Edhy

Minggu, 29 November 2020 | 07:41

PM Muhyiddin: Malaysia Akan Gelar Pemilu Usai Pandemi Covid-19

Minggu, 29 November 2020 | 07:18

Epistemologika Bingungologi

Minggu, 29 November 2020 | 07:05

Selengkapnya