Berita

Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Chen Shih-chung, kiri, mendengarkan Menteri Luar Negeri Joseph Wu, kanan, berbicara di konferensi pers Pusat Epidemi, menjelaskan kekecewaannya tidak diundang WHA/Net

Politik

Taiwan Ungkapkan Kekecewaannya Tidak Diundang Dalam WHA

SELASA, 19 MEI 2020 | 08:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Meskipun banyak negara yang mendukung Taiwan untuk bergabung dalam Majelis Kesehatan Dunia (WHA), nyatanya Taiwan tidak menerima undangan untuk hadir dalam pertemuan internasional itu. Hal yang sangat disesalkan oleh dua menteri Taiwan yang selama ini gigih bersuara.

Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Chen Shih-chung dan Menteri Luar Negeri Joseph Wu, mengungkapkan kekecewaannya. Taiwan sangat tidak puas karena tidak diundang untuk menghadiri acara tahunan WHA.

Selama konferensi pers harian Pusat Epidemi, Chen, yang mengepalai pusat itu, mengatakan sampai dengan pukul 14.00 Taiwan belum menerima undangan untuk pertemuan tersebut yang akan dimulai pada pukul 18.00 waktu Taiwan, seperti dikutip dari Taipei Times, Selasa (19/5).


“Kami berupaya [untuk diundang] hingga saat terakhir, tetapi tampaknya kami tidak mungkin diundang, jadi kami ingin mengungkapkan penyesalan dan ketidakpuasan terhadap situasi ini, serta memprotesnya,” keluh Chen.

Surat protes telah dikirim kepada Sekretariat WHO yang berkantor pusat di Jenewa, Swiss, kemarin.

Padahal, fokus WHA tahun ini adalah pandemik Covid-19 di mana kinerja Taiwan dalam memerangi virus corona layak dibagikan kepada negara-negara lain. Dengan tidak diundnagnya Taiwan dalam pertemuan itu, menurut Chen,  adalah kerugian bagi WHO. Selain itu juga kerugian bagi Taiwan yang tidak bisa mendapatkan pengalaman dari anggota WHO lainnya.

"Kami berharap WHO dapat profesional dan netral secara politik, menolak campur tangan politik, dan tidak mengabaikan hak kesehatan untuk setiap area atau siapa pun di dunia, karena itu harus sama dengan semua," kata Chen.

Sementara Wu mengatakan 29 negara telah menyatakan dukungannya atas partisipasi Taiwan untuk WHO, semua sekutu diplomatiknya mengajukan proposal kepada WHO agar Taiwan diundang, dan semakin banyak pemimpin dunia berbicara di depan umum untuk mendukung Taiwan.

Tokoh-tokoh politik terkemuka dari 43 negara, termasuk lebih dari 600 legislator, telah menyatakan dukungan kampanye agar Taiwan bergabung dengan WHO, menurut Wu. Dukungan terlihat dalam laporan media internasional, komentar, surat kepada editor dan editorial.

"Tindakan kami berbicara sendiri, Taiwan dapat membantu, dan Taiwan membantu," kata Wu.

Wu menjelaskan, rumah sakit Taiwan telah berbagi pengalaman dalam memerangi Covid-19 dengan negara-negara lain melalui konferensi video, dan pemerintah bekerja sama dengan AS dan negara-negara Eropa untuk mengembangkan alat uji cepat, vaksin dan obat-obatan.

Taiwan telah menyumbangkan 27,5 juta masker, 131 kamera pencitraan termal inframerah, 35.000 termometer dahi dan 250 sistem deteksi suhu tubuh otomatis ke negara-negara yang membutuhkan, membantu lebih dari 80 negara.

Pihaknya sedang mempersiapkan untuk menyumbangkan 23,5 juta masker lagi, 1,16 juta masker N95, 170.000 gaun pelindung, 600.000 gaun unit isolasi, 70 respirator, dan 500.000 tablet kina.

"Pemerintah China mengklaim merawat kesehatan orang Taiwan. Pada kenyataannya mereka malah membuat orang-orang Taiwan antipati," ujar Wu.

"Resolusi Majelis Umum PBB 2758 atau Resolusi WHA 25.1 tidak menyebutkan Taiwan, juga tidak mengizinkan Republik Rakyat Tiongkok untuk mewakili Taiwan," katanya. "Taiwan adalah negara yang demokratis dan hanya pemerintah Taiwan yang dipilih oleh rakyat yang dapat mewakili mereka untuk mengambil bagian dalam organisasi internasional."

Wu mendesak Sekretariat WHO untuk mendengarkan lagi permohonan yang masuk akal dari masyarakat internasional, agar menentang campur tangan pemerintah China dan mengizinkan Taiwan untuk mengambil bagian dalam semua pertemuan da dan kegiatan WHO.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya