Berita

Foto: Repro

Publika

Benarkah Said Didu Menghina Luhut?

SELASA, 19 MEI 2020 | 08:26 WIB

MEDIA tengah ramai memberitakan pemanggilan wartawan senior Hersubeno Arief sebagai saksi dalam kasus Muhammad Said Didu Vs Luhut B Panjaitan.
Banyak yang bertanya, secara hukum apakah tayangan di channel Youtube tersebut merupakan produk jurnalistik? Dan apakah MSD telah melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik?

1. Tayangan wawancara dengan MSD: LUHUT HANYA PIKIRKAN UANG, UANG, DAN UANG adalah produk jurnalistik karena merupakan hasil sebuah wawancara yang dilakukan seorang wartawan.


2. Wawancara dilakukan oleh seorang wartawan senior dan bekerja di berbagai media yang kredibel. Majalah Editor, Harian Republika, Radio Trijaya FM, Metro TV, ANTV dan sekarang di FNN.

3. Apakah Youtube bisa disebut sebagai produk Jurnalistik?
 Jawabannya itu adalah produk jurnalistik yang sekarang dikenal dengan nama Citizen Journalism (jurnalisme warga).

4. Eksistensi citizen journalism saat ini sudah diakui di seluruh dunia, dan media mainstream mengadopsi dan memberi ruang.

5. Banyak karya citizen journalism yang program khusus di media mainstream baik cetak, online, dan televisi.
Sebagai contoh di kompas.com, Republika Online, dan tempo.co menyediakan ruang tersendiri.
Trans TV menayangkan sebuah program yang diambil dari konten Youtube. Demikian juga beberapa stasiun TV lainnya.

6. Secara hukum UU Pokok Pers benar belum mengadopsi citizen journalism dalam pasal-pasalnya, namun kita tidak bisa menutup mata, eksistensi bahkan pengaruhnya sudah diakui di seluruh dunia.

7. Hukum memang selalu tertinggal dari realita dan perkembangan di tengah masyarakat.
 Sudah waktunya hukum mulai mengaturnya karena citizen journalism sudah tidak bisa dihindari lagi sebagai perkembangan dari dunia IT.

8. Sebelumnya kita juga mengenal profesi freelance journalis (wartawan bebas/paruh waktu) yang eksistensinya diakui di seluruh dunia.
Beberapa karya mereka mendapatkan penghargaan bergengsi dunia. Salah satu contohnya adalah karya Talal Abu Rahma berupa liputan penembakan di Jalur Gaza, Palestina yang ditayangkan Channel 2, Perancis dan CNN.
Tayangan penembakan pasukan Israel terhadap seorang Bapak yang melindungi anaknya itu menggemparkan dunia. Talal mendapat penghargaan dari Martin Adler Prize pada 19 November 1999.

9. Saat ini dunia jurnalistik tengah mengalami shifting. Tidak lagi berbasis kelembagaan, namun sudah mengarah kepada individu. Perkembangan itu tidak lagi bisa dibendung dengan hadirnya kanal Youtube dan situs video berbagi lainnya. Sudah menjadi sebuah keniscayaan.

10. Mengenai judul tayangan, sebagai jurnalis Hersubeno menjalankan profesinya secara profesional.
Luhut Hanya Pikirkan Uang, Uang dan Uang merupakan pernyataan dari Said Didu sebagaimana bisa disaksikan dalam tayangan.

11. Jika Hersubeno mengubah atau bahkan menghilangkan pernyataan MSD sebagai narasumber maka dia telah melakukan sensorship yang sangat bertentangan dengan prinsip kebebasan pers.

12. Hubungan antara MSD dengan Hersubeno Arief adalah hubungan profesional antara seorang jurnalis dan nara sumber yang dilindungi undang-undang.

13. Apa yang diucapkan oleh MSD secara substansial, empirik dan psikologis bukan merupakan penghinaan, juga bukan kebencian atau ingin menyerang kepribadian seseorang, melainkan clear merupakan fakta dimana dalam mengambil keputusan LBP lebih mengedepankan pertimbangan ekonomi ketimbang pendekatan lingkungan atau kesehatan.

14. Penilaian pendekatan itu yang dinarasikan dengan Uang dan Uang. Dengan kata lain istilah Uang dan Uang itu adalah kata lain yang lebih menekankan pendekatan ekonomi.
Dalam berbagai keterangan pers yang diberikannya LBP selalu menunjukkan atau mengedepankan bahwa pertimbangan lebih mengutamakan pertimbangan riel ekonomi. Dan itu yang dibaca dengan Uang, Uang dan Uang oleh MSD.

15. Sebagai jurnalis profesional yang lebih 30 tahun bekerja di berbagai media massa, Hersubeno menilai tidak ada nuansa kebencian dalam nada suara MSD. Hersubeno menilai bahwa ini adalah kata ganti dari sebuah pendekatan atas istilahnya agar lebih mudah dipahami publik.
Karena itu sang pewawancara yaitu Hersubeno tidak melakukan self-cencorship, sebab ini menurut penilaian Hersubeno dan banyak orang ini adalah penilaian dari sudut yang berbeda secara scientifik.

16. Tidak ada unsur menyebarkan kebencian apalagi menimbulkan keonaran dari pernyataan MSD karena itu merupakan penilaian terhadap kebijakan seorang pejabat publik yang berdampak luas terhadap masyarakat. Jadi harus dikritisi.

17. Sebagai pejabat publik, Luhut harus siap dinilai bahkan dikritik publik. Menjadi aneh bila dia tidak mau dinilai, sementara dia menilai pernyataan MSD sebagai sebuah penghinaan dan pencemaran nama baik.
Mudah-mudahan ada manfaatnya.

Mayasyak Johan
Penulis adalah Advokat, Mantan Wakil Ketua Komisi III DPR RI.

Populer

Pemprov DKI Kembali Berduka, Gubernur Anies: Segera Ambil Wudhu Dan Shalat Ghaib Untuk Almarhum M. Hermawan

Sabtu, 19 September 2020 | 13:59

Datangi TPU Pondok Ranggon Jelang Tengah Malam, Anies Dapat 'Pesan' Dari Penggali Kubur

Minggu, 20 September 2020 | 00:21

Dikeroyok Pemerintah Pusat? Anies Baswedan: Mengapa Selalu Aku Yang Mengalah

Rabu, 16 September 2020 | 11:25

Satgasus Cakra Buana PDIP Minta Jokowi Bertaubat Ketimbang Lakukan Reshuffle

Rabu, 16 September 2020 | 09:59

Berkas Rampung, Jaksa Pinangki Segera Diseret Ke Meja Hijau

Rabu, 16 September 2020 | 00:57

Adhie Massardi: Jika 1 Dolar AS Sudah Rp 10 Ribu Berarti Kita Punya Presiden Yang Benar

Jumat, 11 September 2020 | 08:55

Arief Poyuono: Kalau Nyapres Lagi, Prabowo Subianto Butuh Kepastian Hukum Tidak Terlibat Pelanggaran HAM

Rabu, 16 September 2020 | 15:21

UPDATE

Di Hadapan G20, Kemenkeu Akan Perkuat Kerja Sama Untuk Pemulihan Ekonomi

Senin, 21 September 2020 | 03:47

DPR: Nadiem Hilangkan Jati Diri Bangsa Kalau Benar Hapus Pelajaran Sejarah

Senin, 21 September 2020 | 03:22

Tokoh Pemekaran Tangsel Dukung Dan Siap Menangkan Muhamad-Rahayu

Senin, 21 September 2020 | 02:55

Pakar Hukum: Penundaan Pilkada Berpotensi Melanggar Hak Konstitusional

Senin, 21 September 2020 | 02:41

Perdana Bicara Di PBB, Pimpinan MPR Berharap Jokowi Tegas Soal OPM

Senin, 21 September 2020 | 02:11

Giliran MUI Bersikap, Minta Pilkada Di Tengah Pandemi Dikaji Ulang

Senin, 21 September 2020 | 01:44

Jadi Timses Mantu Jokowi, Ini Penjelasan Jubir Sandiaga

Senin, 21 September 2020 | 01:30

Amini JK Soal Penundaan Pilkada, Komisi II: Perppu Pilkada Bukan Al Quran Yang Tak Bisa Diubah

Senin, 21 September 2020 | 00:54

Andre Rosiade: Koar-koar Ahok Hambat Investor Masuk, Baiknya Dicopot Saja

Senin, 21 September 2020 | 00:33

Menurut Pimpinan Komisi IV DPR, Banyak Orang Berilmu Tapi Tidak Percaya Corona

Senin, 21 September 2020 | 00:07

Selengkapnya