Berita

Peneliti Insititut Riset Indonesia (INSIS) Dian Permata/Net

Politik

Wajar Ada Tagline 'Indonesia Terserah' Karena Kebijakan Jokowi Bikin Bingung Rakyat

SENIN, 18 MEI 2020 | 13:56 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Publik dinilai dibikin pusing oleh Presiden Joko Widodo yang kerap tidak konsisten terhadap kebijakannya.

Peneliti Insititut Riset Indonesia (INSIS) Dian Permata mengatakan, kebijakan Presiden Jokowi yang tidak konsisten di antaranya soal harga Bahan Babakar Minyak (BBM) dan iuran BPJS Kesehatan.

Dimana, Presiden Jokowi hingga saat ini tak kunjung menurunkan harga BBM di saat harga minyak dunia turun.


"Padahal, dulu dinyatakan, harga jenis BBM ini mengikuti trend harga pasar. Seperti diketahui, saat ini, harga minyak dunia, mencapai titik rendah. Akibat kebijakan ini publik punya analisa nakal. "Jangan-jangan pemerintah ambil keuntungan dari fenomena. Jika iya, pasti nilainya margin yang didapat sudah fantastis"," ucap Dian Permata kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (18/5).

Apalagi kata Dian, analisa nakal publik pun ditambah dengan sarkasme politik bahwa BUMN seperti Pertamina diperlakukan seperti "ATM" bagi para elite atau mafia yang bercokol di perusahaan minyak pelat merah itu.

Demikian juga dengan iuran BPJS yang tetap dinaikan oleh pemerintah. Padahal, ada keputusan Mahkamah Agung (MA) yang telah membatalkan kenaikan iuran tersebut.

"Kedua fenomena itu memiliki benang merah. Pemerintah tidak konsistensi dengan kebijakan yang telah diambil. Kesemuanya itu makin membuat publik pusing. Ditambah lagi dengan beragam kebijakan blunder bin ngawur sejak adanya Covid-19," jelas Dian.

Dengan demikian kata Dian, ia mengaku tidak heran jika adanya tagline Indonesia Hebat yang diplesetkan menjadi "Indonesia Terserah".

"Makanya tidak heran, tagline Indonesia Hebat diplesetkan menjadi Indonesia Terserah. Pagi kedelai, siang tahu, malam tempe," pungkas Dian.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Jusuf Kalla: Konflik Timteng Berpotensi Tekan Ekonomi Global dan Indonesia

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:19

Permohonan Restorative Justice Rismon Menggemparkan

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:07

Reset Amerika

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:01

Sinopsis One Piece Season 2 di Netflix Petualangan Baru Luffy di Grand Line

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:32

Rismon Ajukan RJ, Ahmad Khozinudin: Label Pengkhianat akan Abadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:23

BPKH Bukukan Aset Konsolidasi Rp238,99 Triliun hingga Akhir 2025

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:08

ICWA Minta RI Kaji Lagi soal Gabung Board of Peace

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:00

Rismon Siap Dicap Pengkhianat Usai Minta Maaf ke Jokowi

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:24

Indonesia Diminta Aktif Dorong Perdamaian Timteng

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:07

KPK Sita Aset Rp100 Miliar Lebih dari Skandal Kuota Haji Era Yaqut

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:04

Selengkapnya