Berita

Jon Huntsman pada saar wawancara dengan sebuah media/Net

Politik

Politikus AS: Pertikaian AS-China Adalah Keprihatinan Jangka Panjang Mengingat Akan Dampaknya.

RABU, 13 MEI 2020 | 10:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ketegangan China dan Amerika Serikat yang semakin panas karena wabah virus corona, pada akhirnya mempengaruhi kerja sama di bidang lain. Belakangan, Donald Trump memperketat visa bagi jurnalis China, lalu saat ini Trump tidak ingin melanjutkan kerja sama perdagangan dengan tidak ingin ada renegosiasi.   

Trump berkata di Twitter, China berkomitmen untuk kesepakatan perdagangan Fase 1 dengan AS dan berupaya memenuhi janjinya untuk meningkatkan pembelian AS, meskipun laju pembelian telah tertahan oleh wabah virus corona.

Di bawah kesepakatan Fase 1 yang ditandatangani pada Januari, Beijing berjanji untuk membeli setidaknya 200 miliar dolar AS barang dan layanan AS serta menambah jumlah produk yang akan dikecualikan dari perang dagang AS-China, alias bebas tarif.


Namun Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengakhiri kesepakatan jika China gagal memenuhi komitmen pembeliannya.

Jon Huntsman Jr., duta besar AS untuk China dan Rusia, yang saat ini menjadi kandidat gubernur Partai Republik di Utah, mengatakan pertikaian AS-China merupakan keprihatinan jangka panjang mengingat akan dampaknya.

"Saya pikir ini akan menjadi palung jangka panjang, karena saya pikir beberapa dampak implikasi akan berurusan dengan hubungan ekonomi. Jadi, jika Anda berpendapat bahwa rantai pasokan kemungkinan besar akan rusak dan pola investasi akan berubah, ini bukan jangka pendek. Saya pikir ini jangka panjang," katanya dalam wawancara bersama The World.

Hunstman mengatakan, periode pasca Covid-19 akan menjadi tanda tanya besar bagaimana kelanjutan hubungan ke dua negara itu. Ia bahkan memprediksi, hubungan ekonomi yang menjadi titik manis hubungan AS-China, akan berubah.

"Tidak ada keraguan tentang itu. Dan apa artinya itu untuk jangka panjang, saya pikir, benar-benar tanda tanya. Tetapi saya pikir itu berarti bahwa palung ini akan bertahan lebih lama daripada yang mungkin disadari oleh beberapa orang," katanya, seperti dikutip dari laman The World, Selasa (12/5).

Ketika ditanya, apakah dua ekonomi terbesar di dunia ini benar-benar mampu untuk berpisah, terutama saat ini di mana ekonomi menjadi andalan seluruh negara, Hunstman pun mengklaim bahwa semua orang akan terbang ke tempat yang paling aman.

"Jadi, ketika Anda memiliki bencana seperti ini terjadi di dunia, umumnya Anda mencari penerbangan ke tempat yang aman. Pasar AS selalu dianggap sebagai pasar teraman di dunia. Jadi saya pikir semua ini akan mempengaruhi hubungan ekonomi," kata Hunstman.  

Ia pun mengingatkan, tidak mudah memindahkan satu triliun dolar dalam perdagangan bilateral dan menjadi tidak ada apa-apa.

"Saya pikir akan ada banyak produk yang bolak-balik dengan kelas konsumen besar di China, ratusan juta. Mereka masih akan membeli produk, itu tidak akan berhenti."

Hunstman memastikan, pertikaian AS-China bisa saja terus berlanjut tetapi hubungan ekonomi tidak berubah dan akan terus berlanjut.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya