Berita

Pangkohanudnas, Marsda TNI Imran Baidirus, ajak siswa-siswi SMP se-Indonesia mengikuti permainan interaktif berhadiah kuota data/Istimewa

Nusantara

Berhadiah Kuota Internet, Permainan Interaktif 'Penjaga Langit' Persembahan Kohanudnas Dimulai Kamis Lusa

SELASA, 12 MEI 2020 | 13:55 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

. Dalam rangka mendukung anjuran pemerintah untuk tinggal di rumah sekaligus menindaklanjuti perintah Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, agar seluruh jajaran TNI berkontribusi aktif membantu pemerintah dalam pandemik Covid-19, Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) membuat permainan interaktif berhadiah bagi siswa SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi. Permainan interaktif ini dinamai 'Penjaga Langit'.

Untuk tahap awal, permainan Penjaga Langit ini ditujukan bagi anak-anak SMP dan dilaksanakan setiap Kamis. Konten permainan ini bervariasi dan sifatnya sangat mendidik karena membangun semangat cinta tanah, air, udara, bangsa dan negara.

Oleh karena itu, materi permainannya juga terkait dengan santiaji keudaraan. Sehingga peserta permainan dapat lebih mengenal tugas-tugas TNI AU. Panglima TNI Hadi Tjahjanto pun memberi apresiasi, mendukung, dan merestui permainan ini.


Demikian dijelaskan Pangkohanudnas Marsda TNI Imran Baidirus melalui keterangan tertulis, Selasa (12/5).

Menurut Imran Baidirus, fase pertama permainan ini akan dimulai pada Kamis lusa (14/5). Sementara waktu permainan akan disamakan, yakni pukul 13.00 (WIB), atau pukul 14.00 (WITA), atau pukul 15.00 (WIT).

“Kita tidak tahu pandemik Covid-19 ini akan berakhir kapan. Namun untuk mendukung imbauan pemerintah, kami melihat anak-anak SMP dan SMA perlu diisi dengan permainan interaktif sesuai dengan, salah satunya, karakter milenial. Jika dipandang perlu, kami akan siapkan permainan untuk siswa SMA dan mahasiswa Perguruan Tinggi. Permainan interaktif ini akan dilaksanakan setiap hari Kamis,” ujar Imran Baidirus.

Ditambahkan Imran Baidirus, sekalipun namanya interaktif, permainan memang bertujuan untuk membangun semangat patriotisme dan nasionalisme di kalangan anak-anak.

Penjaga Langit sebagai nama permainan sebenarnya untuk menjelaskan kepada generasi milenial, yang merupakan generasi masa depan bangsa pada tahun emas 2045 nanti. Generasi milenial, ditegaskannya, harus mengerti bahwa Indonesia terdiri dari tanah, air, dan udara, di mana Kohanudnas bertugas sebagai penjaga udara nasional.

“Kami sudah menginformasikan permainan ini melalui media sosial dan media mainstream. Berharap hingga waktunya, permainan ini diminati oleh anak-anak SMP seluruh Indonesia. Yang tinggal di pelosok, di daerah terpencil sejauh ada sinyalnya diharapkan ikut serta permainan ini,” harap Imran Baidirus.

Untuk dapat bermain, orang nomor satu di Kohanudnas itu menambahkan, semua calon peserta harus melakukan registrasi dahulu. Karena permainan ini untuk memupuk sifat ksatria dan jujur, siswa–siswa SMP wajib mengikuti permainan secara mandiri. Oleh karena itu, Kohanudnas mendesain registrasi dengan mensyaratkan kartu pelajar, sebagai contoh.  

Permainan ini berbentuk tanya jawab pengetahuan umum. Dari mulai Covid-19, nama pahlawan, peta buta, lagu daerah, tari daerah, tokoh negara, pejabat, geografi, nama-nama pesawat, lagu-lagu kebangsaan, dan lain-lain. Keseluruhan soal ada 50 buah dengan waktu jawab selama 60 menit.

“Kami ingin anak-anak juga memiliki pengetahuan tentang wawasan nusantara, pertahanan negara dan kebangsaan. Masa depan Indonesia terletak pada keberhasilan kita mendidik dan menanamkan nilai-nilai luhur bangsa kepada generasi-generasi baru dengan menggunakan bahasa mereka,” tegas Imran Baidirus.

Bagaimana cara mengikuti permainan ini? Cukup melakukan registrasi dengan cara mem-follow akun media sosial Penjaga Langit di https://twitter.com/penjagalangit62?s=08 atau instagram https://www.instagram.com/p/CAAGoirJNe8/?igshid=150kef3i6e5nm.

Jangan ragu untuk mengikuti permainan interaktif ini. Karena sejumlah sudah menanti. Hadiah yang disediakan berupa kuota data untuk 50 anak @Rp 100 ribu, 20 anak @150 ribu, dan 10 anak @200 ribu.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya