Berita

Direktur Utama BTN Bank BTN Pahala N Mansury/RMOL

Bisnis

1.673 Santri Ikuti BTN Santri Developer

SENIN, 11 MEI 2020 | 14:46 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia menjadi wirausaha di sektor properti, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mendukung pelatihan dan pendidikan bagi masyarakat.

Khusus di bulan suci Ramadan ini, Bank BTN bekerjasama dengan Perkumpulan Masyarakat Profesional Nahdliyin (Nusantara Utama Cita/NU Circle) dan Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) mengadakan pelatihan dan pendidikan online maupun offline kepada para alumni pondok pesantren dan pegiat ekonomi Islam.  

"Kami mengharapkan, kelak para alumni santri setelah mengenyam pelatihan ketrampilan wirausaha di BTN Santri Developer ini dapat menjadi motor ekonomi di pedesaan atau kota kecil khususnya di bidang perumahan, sehingga ke depan, Insya Allah mendukung keberhasilan program Pemerintah dalam penyediaaan perumahan," kata Direktur Utama Bank BTN, Pahala N. Mansury saat acara  penandatanganan Nota Kesepahaman Bank BTN dengan NU Circle tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Riset di Bidang Perumahan di Jakarta, Senin (11/5).


Pada acara BTN Santri Developer, Bank BTN bersinergi dengan NU Circle dan IAEI menggelar pelatihan khusus di bidang usaha properti agar kelak menjadi wirausaha properti yang berkualitas dan berkarakter. NU Circle dan IAEI mendorong anggotanya untuk mengikuti pelatihan online tersebut sebagai tahap awal dan membuka perspektif untuk menjadikan profesi developer sebagai salah satu pilihan. Adapun pendaftaran pelatihan online dan offline bidang usaha properti tersebut dibuka sejak 27 April -9 Mei 2020. BTN Santri Developer berhasil  menarik minat  1.673 alumni santri  dari berbagai daerah  di pulau Jawa.

Adapun jumlah peserta tersebut melebihi target yang dipasang yaitu sekitar 999 peserta.  Para alumnus pondok pesantren yang terjaring pelatihan tersebut minimal berusia 23 tahun.  Adapun pelatihan ketrampilan bidang perumahan terdiri dari dua tahap, yaitu pelatihan online selama periode 11- 16 Mei 2020, dan juga pelatihan offline yang akan dilakukan usai masa penanganan Covid-19 selesai. Para peserta yang sudah menyelesaikan kedua tahap pelatihan tersebut akan mendapatkan sertifikat khusus.

Materi pelatihan online diantaranya adalah Tantangan Ekonomi Indonesia dan Peran Sektor Perumahan  yang  disampaikan oleh Menteri Keuangan yang juga Ketua Umum IAEI, Sri Mulyani.  Materi lainnya yang juga berbobot adalah mengenai kewirausahaan Islam yang akan diajarkan Rais Syuriah PBNU KH Masdar F. Mas’udi, dan juga materi mengenai Kebijakan Perumahan di Indonesia, yang akan disampaikan oleh Dirjen Pembiayaan Infrastruktur PUPR – Kementrian PUPR Eko Heripoerwanto.

"Kami juga melibatkan pengembang untuk memberikan materi online ataupun pelatihan di lapangan secara langsung, agar para peserta mengetahui bagaimana manajemen proyek perumahan dan bagaimana menjadi developer yang sukses,” kata Pahala.

Sementara pelatihan offline atau pelatihan langsung diselenggarakan selama tujuh hari penuh dengan pemberian materi di kelas selama lima hari, sehari kunjungan ke lapangan (salah satu perumahan yang dekat dengan lokasi pelatihan) dan sehari untuk workshop.  

Saat pelatihan langsung tersebut, nantinya peserta akan diperkaya ketrampilan mendasar untuk memulai proyek perumahan, mulai dari penyusunan anggaran, rencana bisnis, strategi pemasaran, manajemen proyek dan tata cara pembebasan lahan perijinan, serta pembebasan lahan. Semua materi pelatihan offline akan diajarkan oleh Housing Finance Center (HFC) BTN, yang memang sudah berpengalaman memberikan pelatihan kepada para developer muda dan mencetak wirausaha developer.

"Materi yang diberikan HFC meliputi empat pilar yaitu land, legal, finance dan skillset, empat pilar tersebut penting untuk menjadi developer properti yang kompeten," kata Pahala.

Menurut Pahala, dukungan Bank BTN terhadap pelatihan tersebut, sesuai dengan program pemerintah, khususnya pada masa pandemic Covid-19, dengan memberikan pelatihan yang berkualitas kepada masyarakat khususnya pra pekerja agar kelak menjadi wirausaha mandiri atau berkontribusi pada sektor properti di daerahnya.  Pendidikan dan pelatihan di sektor properti sudah lama menjadi perhatian Bank BTN, karena hal tersebut sesuai dengan visi misi perseroan untuk menjaga sisi supply dan demand di sektor perumahan.

Komitmen tersebut diwujudkan dengan adanya HFC yang tidak hanya menyediakan riset terkait harga properti dan pengembangan sektor pembiayaan perumahan, HFC juga mengadakan pelatihan/ short course , seminar, atau progam pendidikan  di bidang properti, bekerjasama dengan institusi pendidikan tinggi, seperti ITB, UGM, IPB, UNDIP, Unsoed, UNS, UIN, UMM, dan hampir semua PTN di seluruh Indonesia.

"HFC telah menyelenggarakan beberapa pendidikan short course, literasi properti dan  workshop selama periode 2015 – 2019. Pendidikan properti tersebut telah menghasilkan kurang lebih 1.000 developer baru yang siap terjun ke lapangan," tutup Pahala.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Hotel Bumi Wiyata Komitmen Penuhi Hak 104 Pekerja Sesuai Ketentuan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:31

Sinopsis Reawakened Man, Kisah Pemuda yang Hidup Kembali Setiap 3 Hari

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:23

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus ATR/BPN ke Muktamar NU

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Komisi II Didorong Bentuk Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Daftar Trofi dan Prestasinya

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10

Kemenkop Buka Suara soal Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:02

8 Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat hingga Akhir 2026, Ada BSU hingga Beras 30 Kg

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:48

Mantan Kacab Jasindo Dipanggil KPK di Kasus Pencairan Komisi Fiktif PT Pelni

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:46

Deretan Pengusaha Rokok Kembali Diperiksa KPK di Kasus Bea Cukai

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:35

Selengkapnya