Berita

Kasus positif Covid-19 melandai/Rep

Kesehatan

Gugus Tugas: Kasus Positif Melandai, Masyarakat Semakin Optimis Lawan Corona

SABTU, 09 MEI 2020 | 13:36 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Lonjakan kasus positif virus corona baru atau Covid-19 di Indonesia hingga Jumat kemarin (8/5) telah mencapai 13.112, diklaim pemerintah mulai menurun atau melandai.

Melalui Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional, pemerintah membuat kurva mingguan di 10 provinsi yang paling banyak tambahan kasus positifnya di tiap harinya.

"Yang disebut kurva melandai, gerakan kurva melandai itu sebenarnya kita ingin lihat bahwa minimal dari 10 provinsi menunjukan, diintepretasikan melandai. Ini gambaran setiap minggu," ujar Ketua Tim Pakar Gugas Nasional Covid-19, Wiku Adisasmito, di Gedung Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Sabtu (9/5).


Dari gambaran kurva yang ditampilkan Wiku Adisasmito, terdapat 7 tabel yang masing-masing diintepretasikan sebagai tambahan kasus positif di 10 kota dalam tiap minggunya.

Kurva mingguan ini mulai dihitung dari tabel pertama, yang tercatat dari tanggal 24 Maret sampai 30 Maret. Kemudian tabel kedua dari tanggal 31 Maret sampai 6 April, tabel ketiga 7 April sampai 13 April, tabel keempat 14 April sampai 20 April, tabel kelima 21 April sampai 27 April, tabel keenam 28 April sampai 4 Mei, dan tabel ketujuh 5 Mei sampai 11 Mei mendatang.

Adapun dari 7 table yang ada itu, tambahan pasien positif paling banyak terjadi di tabel keempat tanggal 14 April sampai 20 April.

Disitu tercatat, tambahan kasus di DKI Jakarta (964), Jawa Barat (241), Jawa Timur (202), Jawa Tengah (149), Sulawesi Selatan (147), Banten (46), Nusa Tenggara Barat (27), Bali (54), Papua (45) dan Sumatera Barat (28) dengan total 1.903 orang.

Sementara untuk perolehan tabel selanjutnya terlihat kotaknya mulai terus melandai. Hanya saja tidak dituliskan secara detail, berapa pertambahan kasus dalam minggu-minggu selanjutnya yang mulai melandai tersebut.

Akan tetapi, Wiku Adisasmito menyebutkan bahwa kurva tabel tersebut memperlihatkan angka komulatif kasus yang terus melandai. Data ini bahkan diharapkannya bisa menjadi acuan masyarakat untuk optimis melawan corona.

"Jadi kita melihatnya bukan angka komulatif yang selalu menaik, yang membuat orang jadi merasa was-was. Kok semakin lama semakin naik-naik kepuncak gunung gitu ya. Padahal kalau kita lihat kasusnya perminggu, ya inilah gambaran yang lebih realistis kita lihat," ucap Wiku Adisasmito.

"Kalau nanti minggu ini sudah selesai, di sebelah (paling) kanan, kita lihat saja nanti angkanya berapa, tetap segini atau naik sedikit," pungkasnya.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

UPDATE

Ledakan Malam Takbiran di Grobogan dan Pekalongan, 10 Orang Terluka

Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:49

Ziarah Makam Korban Longsor Cisarua Diwarnai Suasana Emosional

Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:35

Fahira Idris: Jadikan Idulfitri Momen Kebangkitan Umat

Sabtu, 21 Maret 2026 | 20:53

SBY dan Keluarga Silaturahmi ke Prabowo di Istana

Sabtu, 21 Maret 2026 | 20:16

Mendes: 20 Persen Keuntungan Kopdes Merah putih untuk Desa

Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:54

Dengan Kerjasama, Stabilitas Kebutuhan Pokok Terjaga

Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:26

Gubernur Pramono Ajak Warga Jaga Jakarta

Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:33

Soroti Pajak Ganda, DPR: Sudah Lama Sistem Dibiarkan

Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:43

Didampingi Didit, Prabowo Open House Khusus Masyarakat di Istana

Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:13

Idulfitri Momentum Perkuat Komitmen Pembangunan

Sabtu, 21 Maret 2026 | 16:54

Selengkapnya