Berita

DPR dan Menteri Kabinet Indonesia Maju saat bahas RUU Ciptaker/Repro

Politik

Dukung Omnibus Law RUU Ciptaker, PBNU Minta DPR Maksimal Libatkan Masyarakat

JUMAT, 08 MEI 2020 | 02:13 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Tahapan pembahasan omnibus law Rancangan Undang Undang Cipta Kerja (RUU Cipta Kerja) saat ini ada di meja Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat (Baleg DPR).

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bidang Ekonomi, Umarsyah mengatakan, pihaknua menginginkan RUU Cipta Kerja bisa diselesaikan.

PBNU meyakini setiap UU yang lahir akan dapat memacu dan memicu pembangun ekonomi sebuah negara.

Terkait dengan pembahasan RUU Ciptaker di Baleg DPR, Umarsyah meminta wakil rakyat melibatkan partipasi elemen sipil.  Dengan cara itu, Umar meyakini tidak akan ada gejolak dan masyarakat akan menerima UU itu dengan baik.  

"Perlu mendengar aspirasi masyarakat, DPR harus melakukan uji publik, kita punya kekayaan jejaring sosial, infrastruktur sosial, organisasi sosial diajak dialog, untuk melengkapi menyempurnakan (RUU Ciptaker)," demikian kata Umarsyah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (7/5).

Lebih lanjut Umar menjelaskan, sebuah peraturan pada hakikatnya adalah hasil kesepakatan sosial. Salah satu mekanisme yang perlu dilakukan adalah DPR melakukan dialog menerima masukan strategis terkait RUU Cipta Kerja.

"Kalau mau sepakat jadi harus ada dialog intensif sehingga masing-masing pihak paham, baik pemerintah, DPR dan masyarakat, DPR harus bekerja berkomunikasi dengan jejering sosial seperti organisasi kemesyarakatan, profesi dan yang lainnya," tandas Umar.

Populer

Kapalnya Berkeliaran Di Selat Sunda, China Paham Indonesia Tidak Bersungguh-sungguh Memilih Kedaulatan

Minggu, 17 Januari 2021 | 12:16

Beda Signifikan, Mantu Jokowi Habiskan Dana Kampanye Hingga Rp 15 Miliar, Lawannya Rp 1 Miliar

Senin, 18 Januari 2021 | 12:46

Sujiwo Tejo Minta Mahfud MD Perintahkan Listyo Sigit Larang Istilah "Kadrun" Dan "Cebong"

Kamis, 21 Januari 2021 | 11:18

Peran Maruf Amin Di Pemerintahan Minim, Sinyal Indonesia Tidak Butuh Posisi Wapres

Jumat, 22 Januari 2021 | 05:11

Diperiksa Kasus Bansos Hingga Jam 10 Malam, Ini Yang Disampaikan Daning Saraswati

Selasa, 19 Januari 2021 | 23:19

Siswi Nonmuslim Wajib Berjilbab, Pimpinan DPR: Merusak Kebhinnekaan!

Senin, 25 Januari 2021 | 01:06

Korupsi Paling Brutal Di Muka Bumi, Adhie Massardi Usul Juliari Dihukum Suntik Mati

Jumat, 22 Januari 2021 | 01:18

UPDATE

Dengan Memproses Abu Janda Dan Deny Siregar, Jadi Bukti Komitmen Listyo Sigit Sebagai Kapolri

Rabu, 27 Januari 2021 | 19:03

Jadi Tuan Rumah PON 2024, Pemprov Sumut Pasang Target Juara Umum

Rabu, 27 Januari 2021 | 18:53

MA Kabulkan Permohonan Eva-Deddy, Putusan Diskualifikasi KPU Dianulir

Rabu, 27 Januari 2021 | 18:48

LaNyalla Sambut Baik Rencana Kerjasama UMM Dan Pemkab Malang Bangun PLTMH

Rabu, 27 Januari 2021 | 18:39

Gunung Merapi Erupsi Besar, BPPTKG Minta Masyarakat Tidak Beraktivitas Di Radius 5 KM Puncak

Rabu, 27 Januari 2021 | 18:35

Penelitian: Vaksin Lokal Buatan India Mampu Lawan Varian Baru Virus Corona

Rabu, 27 Januari 2021 | 18:21

Muncul Baliho Ridwan Kamil Capres 2024 Di Garut, Banser Jabar: Belanda Masih Jauh

Rabu, 27 Januari 2021 | 18:13

Ahli: Belum Banyak Masyarakat Yang Paham Mana Batik Asli Dan Mana Yang Tiruan

Rabu, 27 Januari 2021 | 18:08

Wanita Cantik Ini Bungkam Usai 6 Jam Diperiksa KPK Pada Kasus Edhy Prabowo

Rabu, 27 Januari 2021 | 18:06

Pemuda Muhammadiyah: Selamat Jenderal Listyo Sigit, Semoga Gagasan Polri PRESISI Tidak Hanya Jadi Narasi

Rabu, 27 Januari 2021 | 18:04

Selengkapnya