Berita

Menteri Keuangan Sri Mulyani/Net

Politik

Sri Mulyani: Angka Kemiskinan Akan Naik, April-Mei Sudah Terjadi Lonjakan

RABU, 06 MEI 2020 | 22:13 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Angka kemiskinan di Indonesia diprediksi akan meningkat sebagai dampak negatif pandemik virus corona baru (Covid-19) yang kini menjangkit Tanah Air.

“Angka kemiksinan ini tadi dibahas di rapat kabinet. Angka kemiskinan akan naik, April-Mei sudah menyebabkan lonjakan angka kemisikinan dengan (adanya) Covid-19 beberapa bulan ini,” ujar Menteri Keuangan, Sri Mulyani saat rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, secara virtual, Rabu (6/5).

“Seluruh pencapaian penurunan kemiskinan dari 2011 sampai 2020 ini mengalami reverse kembali,” tambahnya.


Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin pada September 2011 mencapai 29,89 juta orang atau 12,36 persen dari total penduduk. Sementara pada September 2019, angka kemiskinan 9,22 persen atau setara dengan 24,79 juta orang.

Guna mengantisipasi lonjakan kemiskinan, pemerintah melakukan belanja bantuan sosial sebagai salah satu upaya menjaga tidak terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) yang berujung pada meningkatnya angka kemiskinan.

“Dari Kemenaker sudah muncul angka pengangguran melonjak 2 juta dalam 1,5 bulan ini. Kita perlu melakukan berbagai langkah menjaga resiliensi daya tahan dunia usaha dan langkah-langkah agar mereka (perusahaan) tidak melakukan PHK," paparnya.

Hal serupa juga sudah dilakukan di sejumlah negara lain yang terkena imbas negatif Covid-19. Ia menjelaskan, di negara lain, perusahaan-perusahaan memberikan insentif pembayaran gaji yang diberikan oleh pemerintah.

“Misalnya, insentif pembayaran gaji dilakuakn subsidi itu yang sudah sangat kaya agar memberikan bantuan. Singapura melakukan pembayaran gaji oleh pemerintah asal tidak ada PHK,” tutupnya.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya