Menteri Sosial RI, Juliari Batubara/Net
Bantuan sosial dari pemerintah menjadi sorotan publik lantaran keterlambatan penyaluran hingga isi bantuan yang dinilai sangat minim.
Kegelisahan itulah yang disampaikan para anggota dewan Komisi VIII DPR RI, saat rapat bersama Mensos RI, Juliari Batubara secara virtual, Rabu (6/5).
Mensos Juliari menyampaikan, faktor yang menjadi kendala penyaluran bantuan sosial salah satunya pencarian vendor untuk melengkapi bantuan sosial yang masih sulit.
“Kendala penyaluran sembako, kami tidak mudah mendapatkan vendor karena jumlahnya banyak. Kalau urusan dengan pemerintah, tentunya dibayar belakangan,†ujar Juliari.
Hal lain yang menjadi persoalan adalah penurunan tingkat produksi oleh produsen makanan. Sejumlah pabrik sebagian besar kekurangan karyawan lantaran memilih mudik.
"Atau bahkan dirumahkan, sehingga apa yang terjadi, (ketika) kami sudah mendapatkan para vendor tidak semudah seperti yang kita inginkan, dapat sesegera mungkin mendatangkan bahan-bahan tersebut,†jelasnya.
“Begitu kita bekerja satu minggu, bulan puasa dimulai. Pekerjaan ini (dilakukan) sangat manual, tentunya kami tidak bisa memaksa para vendor dan para pekerja bekerja secepatnya atau seperti pada bulan normal. Kami tidak mungkin melakukan ini (memerintahkan untuk cepat), tidak etis juga memaksa mereka bekerja secara normal pada saat bulan puasa,†paparnya.
Adanya kendala-kendala tersebut, Juliari kemudian mengambil solusi penyaluran bansos Kementerian Sosial dipangkas dari 10 jenis menjadi empat jenis makanan.
“Sehingga apabila kita kurangi itemnya, tentunya pengadaannya lebih mudah. Solusi kedua adalah menambah vendor dari awalnya hanya 5 saat ini sudah ada kira-kira 14 vendor. Namun masing-masing vendor masih ada kendala. Kami juga berkoordinasi dengan Panglima TNI, dibantu korps marinir dan Kostrad melakukan loading dari gudang ke truk-truk marinir atau ke Kostrad yang kita gunakan,†tandasnya.