Berita

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Zita Anjani/RMOL

Politik

Wakil DPRD DKI: Relaksasi PSBB Dasarnya Bukan Pakai Perasaan

RABU, 06 MEI 2020 | 16:48 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wacana pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) harus benar-benar memiliki dasar dan alasan yang kuat sebelum benar-benar diterapkan di tengah pandemik Covid-19.

"Kita semua tentu mau normal lagi. Orang sudah tidak tahan di dalam rumah, tapi bukan perasaan yang menjadi ukuran pembuatan kebijakan. Kurvanya bagaimana? Itu yang harus jadi ukuran," kata Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Zita Anjani saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (6/5).

Nantinya, kata Zita, bila relaksasi PSBB diterapkan bukan berarti social distancing yang menjadi protokol kesehatan berhenti. Justru sebaliknya, prosedur tersebut harus lebih diperketat.


"Longgar bukan berarti lepas tangan," tegas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Pimpinan DPRD termuda dan satu-satunya perempuan itu mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan beradaptasi dengan kondisi yang sedang dialami saat ini.

"Kami ingin hidup terus berlanjut, meski kita harus beradaptasi dengan realitas yang baru, cara hidup baru. Justru kita tidak boleh kalah menemukan cara-cara baru. Seluruh dunia juga sedang mencari, meski tidak bertemu, harusnya kita lebih saling terhubung," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya