Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Pengamat: Omnibus Law Membuat Indonesia Lebih Kompetitif

SELASA, 05 MEI 2020 | 20:07 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Omnibus Law dinilai tidak hanya berfungsi menyederhanakan aturan-aturan hukum terkait investasi, tapi juga dapat meningkatkan competitiveness (daya saing) produk dan jasa Indonesia di pasar global.

“Walau Indonesia adalah negara terbesar di Asia Tenggara, daya saing produk dan jasa kita kalah dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Omnibus Law merupakan perangkat untuk menyederhanakan hukum dan itu adalah terobosan yang baik untuk saat ini,” kata Aditia Febriansyah, ekonom muda dari ISEI Jawa Barat kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (5/5).

Aditia menjelaskan, persyaratan untuk berinvestasi di Indonesia tidak efisien. Jumlah perizinannya  terlalu banyak sehingga investor harus melalui proses yang lama dan berbelit-belit.


“Selain menyederhanakan, Omnibus Law juga memperbaiki atau menyempurnakan berbagai aturan terkait kemudahan berinvestasi. Ke depan, kita harapkan tak ada lagi isu ketidaksinkronan atau ketidakharmonisan peraturan di pusat dan daerah,” lanjutnya.

Mantan aktivis mahasiswa FEB UNPAD itu mengakui bahwa ada beberapa klausul dalam RUU Omnibus Law, seperti persoalan Amdal, yang perlu segera dijernihkan agar tidak menjadi polemik yang berlarut-larut. Aditia sendiri menilai substansi izin lingkungan sama sekali tidak hilang dari RUU tersebut walau nomenklatur kekhususannya dihilangkan.

“Kalau kita cermati, substansi izin lingkungan tetap ada, tetapi dimasukkan satu paket dalam perizinan berusaha. Semangat Omnibus Law kan memang menyederhanakan regulasi, dan itu salah satu hal yang kita perlukan agar lebih kompetitif,” tandas Aditia.  

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Subsidi Biaya Haji 2027 jadi Kabar Baik bagi Calon Jemaah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:30

Hanya PDIP Berani secara Vulgar Menyerang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:07

Sangat Aneh Parpol di DPR Tidak Tegas soal Putusan MK terkait Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:41

Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri: Kekuatan Harus Berujung Rasa Aman Rakyat

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:30

Suyudi Bakal Bawa Korps Bhayangkara Makin Profesional

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:10

Komisi I DPR Usul Dua Rekomendasi soal Status Kavling TNI AL Pangkalan Jati

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:46

Soal Putusan MK, Jokowi-Gibran sedang Menuai Hasil

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:01

PPTQ Al-Ghozali Majalengka Pastikan Isu Perundungan Hoaks

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:26

AHDAA Raih Penghargaan Indonesia Halal Awards 2026

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:09

Industri Percetakan Butuh Kolaborasi Lintas Kementerian

Jumat, 09 Oktober 2026 | 00:36

Selengkapnya