Berita

Pembatasan wilayah yang dilakukan Warga kampung Jaha, Bekasi/RMOL

Politik

PSBB

PKS: Pontang-panting Halau Corona Tapi Wacanakan Relaksasi PSBB, Kasihan Kepala Daerah Pak Presiden...

SENIN, 04 MEI 2020 | 22:37 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ada kesan konsep yang tak jelas di balik wacana pemerintah melonggarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tengah wabah virus corona baru (Covid-19) yang masih menjangkit Tanah Air.

Bahkan menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sukamta, pemerintah seakan tak memiliki grand design dalam penanganan wabah Covid-19.

"Dalihnya hasil evaluasi, masyarakat dikatakan stres karena dibatasi. Kalau stres imunitas menurun bisa jadi sakit. Ini kayaknya yang stres malah pemerintah karena enggak jelas konsepnya, enggak jelas ukuran evaluasinya," kata Sukamta dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/5).


"Sampai sekarang, pemerintah belum pernah ungkapkan grand design penangangan Covid-19, termasuk target waktu untuk mengatasinya,” sambungnya.

Lebih dalam, Wakil Ketua Fraksi PKS ini mengatakan, dengan adanya wacana relaksasi PSBB yang diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, makin jelas pemerintah lempar tanggung jawab kepada pemerintah daerah perihal kebijakan PSBB.

“Coba lihat saat ini gubernur, bupati, walikota malah terlihat pontang-panting dengan kebijakan PSBB," tegasnya.

Hingga saat ini, sejumlah kepala daerah masih giat melaksanakan PSBB lantaran merasa penyebaran virus Covid-19 belum terpangkas. Namun semangat kepala daerah ini justru berbanding terbalik dengan pemerintah pusat.

"Kok pemerintah pusat yang buat peraturan PSBB akan melonggarkan. Kalau kebijakan bolak-balik enggak jelas seperti ini, kasihan yang di daerah Pak Presiden,” tandasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Demokrat: Tidak Benar SBY Terlibat Isu Ijazah Palsu Jokowi

Rabu, 31 Desember 2025 | 22:08

Hidayat Humaid Daftar Caketum KONI DKI Setelah Kantongi 85 Persen Dukungan

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:57

Redesain Otonomi Daerah Perlu Dilakukan untuk Indonesia Maju

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:55

Zelensky Berharap Rencana Perdamaian Bisa Rampung Bulan Depan

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:46

Demokrasi di Titik Nadir, Logika "Grosir" Pilkada

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:37

Demokrat: Mari Fokus Bantu Korban Bencana, Setop Pengalihan Isu!

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:35

Setoran Pajak Jeblok, Purbaya Singgung Perlambatan Ekonomi Era Sri Mulyani

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:14

Pencabutan Subsidi Mobil Listrik Dinilai Rugikan Konsumen

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:02

DPRD Pastikan Pemerintahan Kota Bogor Berjalan

Rabu, 31 Desember 2025 | 20:53

Refleksi Tahun 2025, DPR: Kita Harus Jaga Lingkungan!

Rabu, 31 Desember 2025 | 20:50

Selengkapnya